MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Tim penyidik Polres Malang juga turun tangan untuk menyelidiki kasus dugaan keracunan yang menimpa 16 siswa dan 2 guru MTS Al Khalifah usai makan produk MBG di SPPG Mangunrejo, Kamis lalu (23/10/2025).
Bahkan hingga Jumat pagi (24/10/2025), masih ada delapan siswa yang masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.
Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar mengungkapkan ada delapan siswa yang masih menjalani perawatan. Mereka rata-rata berusia 13 hingga 15 tahun. Mereka kini dirawat di dua tempat yang berbeda.
Tepatnya di RSUD Kanjuruhan Kepanjen, dan sebagian menjalani observasi di klinik swasta setempat.
“Kondisi seluruh korban sudah membaik dan masih dalam pantauan tim medis. Kami berkoordinasi dengan pihak rumah sakit serta Dinas Kesehatan untuk memastikan perawatan maksimal,” ujar Bambang kepada awak media Jumat (24/10/2025).
Namun demikian, Polres Malang juga masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang sebelumnya diambil petugas.
Baik dari sisa makanan atau peralatan dapurnya.
Sementara itu, buntut dari kasus ini, operasional dapur penyedia makan bergizi gratis (SPPG) Mangunrejo telah dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Badan Gizi Nasional telah menghentikan sementara operasional dapur SPPG Malang Kepanjen Mangunrejo untuk kepentingan investigasi. Langkah ini diambil sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM,” tutur Bambang.
Adapun penghentian sementara tersebut juga dimaksudkan agar pihak pengelola SPPG segera melengkapi standar operasional prosedur (SOP) sesuai ketentuan BGN.
Bambang memastikan pihaknya akan terus mengawal proses investigasi hingga hasil pemeriksaan laboratorium keluar. (Red/Gus)
