JAKARTA | TAGAR INDONESIA.COM – KPK terus memperdalam proses penyelidikan dugaan korupsi terkait kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.
Penyidik KPK menduga adanya permainan atau pengondisian yang membuat nilai tanah dalam pembebasan lahan di proyek itu menjadi tidak wajar.
Bahkan penyidik KPK saat ini semakin serius mendalami proses pembebasan lahan dalam pengerjaan proyek kereta cepat Whoosh.
Mengingat muncul dugaan adanya oknum pejabat yang menjual tanah negara kembali ke negara di kasus tersebut.
“Penyelidik masih fokus terkait dengan untuk menemukan peristiwa dugaan tindak pidananya. Di antaranya mendalami terkait dengan proses-proses pengadaan lahannya dari Jakarta sampai ke Bandung. Jadi prosesnya seperti apa?,” ujar jubir KPK Budi Prasetyo di gedung Merah Putih KPK kepada awak media Jakarta Selatan, Kamis (20/11/2025).
Guna membuka agar kasus ini terang benderang, sejumlah saksi telah dimintai keterangan oleh KPK.
Bahkan selain saksi, KPK juga sudah melakukan analisis terhadap dokumen dan data terkait pengadaan proyek Whoosh.
“Apakah ada pengondisian, ada rekayasa yang kemudian harga (tanah) itu menjadi tidak wajar atau seperti apa. Nah, itu semuanya didalami,” beber Budi.
Seperti diketahui, sesuai aturan dalam tahap penyelidikan, penyidik KPK masih tidak diperkenankan memberikan informasi detail mengenai proses pengusutan kasus yang sedang berlangsung.
Sehingga kepastian untuk penetapan adanya tersangka masih menunggu perkembangan hasil penyelidikan KPK. (Red/gus)
