Indeks

Delapan Hari di Madinah, Jamaah Haji Kloter 11 Ziarah dan Renungan Perjalanan Dakwah Rasulullah SAW

  • Bagikan

MADINAH | TAGAR INDONESIA.COM – Tak terasa delapan hari sudah perjalanan jamaah haji kloter 11 menunaikan ibadah haji tahun 2026 berada di Madinah sebelum bertolak ke Mekah.

Selama di Madinah para jamaah menapaki Jejak Rasulullah SAW sebelum bergerak menuju Mekah.

Madinah Al-Munawwarah menjadi tempat pertama yang menyambut langkah jamaah haji Kloter 11 pada musim haji tahun 2026.

Selama delapan hari, sejak 25 April hingga 2 Mei 2026, para jamaah menjalani hari-hari penuh kekhusyukan, kebersamaan, dan pembelajaran spiritual sebelum melanjutkan perjalanan menuju Mekah pada Ahad, 3 Mei 2026.

Hari-hari di Madinah diawali dengan suasana haru saat jamaah mendapatkan kesempatan beribadah di Raudhah pada Jumat malam (25/4/2026).

Di area yang berada di antara mimbar dan makam Rasulullah SAW tersebut, jamaah memanjatkan doa-doa terbaik untuk keluarga, bangsa, dan keselamatan selama menjalankan ibadah haji.

Tangis haru dan rasa syukur tampak menyelimuti wajah para jamaah yang selama ini memimpikan dapat bersujud di tempat mustajab tersebut.

Keesokan harinya, Sabtu (26/4/2026), jamaah melanjutkan kegiatan ziarah di sekitar Masjid Nabawi dan mengunjungi masjid-masjid bersejarah para sahabat Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini menjadi sarana memperdalam pemahaman sejarah Islam sekaligus menghadirkan kedekatan batin dengan perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat.

Memasuki hari berikutnya, jamaah mengikuti City Tour Madinah atau Ziyarah Tarikhiyah dengan mengunjungi berbagai lokasi penting seperti kebun kurma, Jabal Uhud, Masjid Quba, Masjid Qiblatain, serta kawasan Khandaq.

Dalam perjalanan tersebut, jamaah tidak hanya melihat situs sejarah, tetapi juga diajak merenungi perjuangan dakwah Rasulullah SAW yang penuh pengorbanan.

Pembimbing Rombongan, Ust. Moch Sobri, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian ziarah di Madinah memiliki makna mendalam bagi jamaah.
“Ziarah ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan hati untuk meneladani perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat. Semoga setiap langkah jamaah menjadi bagian dari ibadah yang bernilai di sisi Allah SWT,” tuturnya.

Di sela kegiatan ibadah, jamaah juga terus diingatkan untuk menjaga kesehatan.

Ketua Kloter bersama tim medis berkali-kali menyampaikan himbauan agar jamaah tidak memaksakan diri dalam menjalankan ibadah sunnah, mengingat rangkaian wajib ibadah haji di Mekah masih panjang. Jamaah diminta menjaga pola makan, memperbanyak minum air putih, membawa obat pribadi, serta menjaga stamina agar tetap fit hingga puncak ibadah haji nanti.

Suasana kebersamaan terasa semakin kuat di setiap rombongan. Para ketua rombongan, ketua regu, pembimbing ibadah, hingga petugas kesehatan saling bersinergi memastikan seluruh jamaah dapat beribadah dengan nyaman dan tertib.

Semangat saling membantu tampak dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari pembagian konsumsi, pendampingan jamaah lansia, hingga koordinasi kegiatan ibadah.

Salah satu momen berkesan lainnya adalah kunjungan jamaah KBIHU Al-Hikam Kloter 11 ke King Fahd Complex for the Printing of the Holy Qur’an pada Kamis (30/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, jamaah menyaksikan langsung proses pencetakan mushaf Al-Qur’an yang didistribusikan ke berbagai negara di dunia.

Ketua Rombongan 5, Sugeng Winarto, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan tersebut.
“Kunjungan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Kami dapat melihat langsung bagaimana Al-Qur’an dicetak dengan penuh amanah. Ini mengingatkan kita semua untuk semakin memuliakan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, seluruh proses percetakan dilakukan secara ketat dan profesional oleh tenaga ahli yang juga para hafizh Al-Qur’an.” ungkapnya.

Menjelang akhir masa tinggal di Madinah, Jamaah Haji Rombongan 5 Kloter 11 juga melaksanakan ziarah ke Pemakaman Baqi’ pada Kamis (2/5/2026). Kegiatan yang dipimpin Ketua Rombongan 5, Sugeng Winarto, tersebut menjadi bagian dari penguatan spiritual jamaah sebelum bertolak menuju Mekah.

Dalam kesempatan itu, jamaah melaksanakan tawasul dan doa bersama untuk para sahabat Rasulullah SAW, keluarga beliau, serta para ulama besar Islam yang dimakamkan di kawasan Baqi’. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti para jamaah selama ziarah berlangsung.

Pemakaman Baqi’ yang berada di samping Masjid Nabawi menjadi tempat bersejarah yang menghadirkan banyak pelajaran kehidupan bagi jamaah. Selain mendoakan para ahli kubur, jamaah juga diajak merenungi perjuangan generasi awal Islam dalam menegakkan dakwah Rasulullah SAW.

Sugeng Winarto menyampaikan bahwa ziarah ke Baqi’ menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan jamaah.
“Melalui ziarah ke Baqi’ ini, jamaah diajak untuk mengingat perjuangan Rasulullah SAW beserta para sahabat dan keluarga beliau. Semoga menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.

Usai ziarah, jamaah kembali ke Hotel untuk mempersiapkan diri dan perbekelan lainya.

Kini, setelah delapan hari menjalani ibadah di Masjid Nabawi dan ziarah di Madinah, jamaah Kloter 11 bersiap meninggalkan kota yang penuh keberkahan tersebut untuk melanjutkan perjalanan menuju Mekah Al-Mukarramah pada Ahad, 3 Mei 2026.

Berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari kesiapan koper, pakaian ihram, hingga koordinasi keberangkatan menuju Bir Ali sebagai tempat miqat.

Madinah meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh jamaah. Kota yang tenang dan penuh cinta kepada Rasulullah SAW itu menjadi tempat awal penguatan hati sebelum memasuki rangkaian utama ibadah haji di Tanah Suci. (SW/gus)

  • Bagikan
error: Dilindungi Hak Cipta
Exit mobile version