Indeks

Disorot Publik, Dugaan Rehab Jalan Hotmix Kabupaten Malang Tidak Sesuai Spek

  • Bagikan
filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (10, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

 MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Sorotan publik mengarah ke proyek pengaspalan Hotmix Rehab Jalan Asrikaton- Banjararum di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Sebab proyek pengaspalan hotmix yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang Tahun 2025, senilai Rp. 483.791.400 diduga kuat tidak sesuai spesifikasi.

Hasil investigasi jurnalis media ini, proyek pembangunan aspal hotmix dikerjakan CV Mitra Razulka Sakti dengan konsultan pengawas CV Sinan.

Proyek inipun diduga kuat adanya dugaaan pengurangan volume.

Temuan di lapangan panjangnya bertuliskan sekitar 300 meter dengan lebar sekitar 3 meter.

Hanya saja pekerjaan aspal Hotmixnya terlihat sangat tipis. Estimasi ketebalan aspalnya tidak lebih dari 2 cm.

Padahal umumnya aspal standart jalan Kabupaten Malang tebalnya 3 cm.

Kondisi ini membuat kualitas jalan tersebut diperkirakan tidak akan bertahan lama. Selain tipis juga rawan kena genangan air pada musim hujan.

“Ya ini espal hotmik jalan kabupaten kok tipis banget aspalnya. Ini kalau kena hujan cepat brodol (rusak),” ucap salah satu warga Saptorenggo, Mulyadi.

Direktur PuSDek, Asep Suriamaan menambahkan pihaknya siap menerima pengaduan masyarakat apabila ada proyek kabupaten Malang yang diduga kuat pekerjaannya asal-asalan atau menyalahi spek untuk mengejar keuntungan besar.
“Masyarakat harus berani bersuara, kami akan tindaklanjuti apabila benar pekerjaan hotmix Asrikaton-Banjararum tidak sesuai spek,” kata Asep. (Tim red)

 

  • Bagikan
error: Dilindungi Hak Cipta
Exit mobile version