Indeks

Menteri PMK Gus Muhaimin Groundbreaking, Tandai Ponpes Al Khoziny Dibangun Kembali dengan Dana Pemerintah 

  • Bagikan

SIDOARJO | TAGAR INDONESIA.COM – Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo yang ambruk beberapa waktu lalu akhirnya dibangun kembali dengan dana pemerintah.

Hal ini ditandai dengan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar yang memimpin seremoni groundbreaking rekonstruksi pesantren, Kamis (11/12/2025)

Sejumlah tokoh turut hadir memberikan dukungan dalam acara ini.

Tampak terlihat Pengasuh Ponpes Al Khoziny KH Salam Mujib, Bupati Sidoarjo Subandi, Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih, serta perwakilan dari Kementerian ATR/BPN, PUPR, Kemenag, hingga Kementerian Pemberdayaan Masyarakat.

Muhaimin mengatakan groundbreaking bukan sekadar acara simbolis. Akan tetapi menjadi momen untuk kembali bermuhasabah, menata ulang komitmen antara pemerintah dan lembaga pendidikan dalam memperhatikan kualitas fasilitas belajar Ponpes Al Khoziny.

Mengingat pesantren selama ini telah menjadi tulang punggung pendidikan karakter bangsa.

“Ini momentum muhasabah, evaluasi, gotong royong, dan kebersamaan untuk mewujudkan sistem pendidikan yang utuh, termasuk sarana-prasarana yang memadai bagi santri,” ujar pria yang akrab dipanggil Cak Imin.

Cak Imin juga menekankan pondasi pendidikan tidak hanya soal kurikulum, melainkan juga lingkungan yang aman dan layak bagi santri.

Cak Imin juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam melakukan perbaikan kualitas pendidikan. Artinya tugas peningkatan kualitas tidak bisa ditanggung oleh pemerintah pusat. Akan tetapi juga peran pemda setempat juga penting.

“Sinergi antara daerah, pengasuh pesantren, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci agar pembinaan terhadap santri berjalan holistik,” tutur Ketum PKB ini.

Cak Imin menambahkan selain mempelajari ilmu agama dan umum saja. Namun, santri juga harus dibekali skill agar kelak mereka bisa mandiri. Baik sebagai pekerja maupun pengusaha.

Tak hanya itu, Cak Imin juga mengatakan perlunya audit sarana-prasarana pesantren terus digencarkan.

Saat ini pemerintah sudah melakukan 80 pesantren yang menjalani audit. Dan jumlah tersebut tentunya akan terus bertambah.

Untuk itu, lanjut Cak Imin pihaknya mengajak masyarakat untuk bersikap proaktif. Tentunya melaporkan kondisi lembaga pendidikan yang dinilai membahayakan keselamatan anak didik.

“Jika ada lembaga pendidikan yang rawan dan membahayakan anak didik, segera lapor ke pemerintah daerah. Kita bangun solidaritas agar tak ada lagi tragedi sebelumnya,” pinta Cak Imin.

Sementara itu, rekonstruksi Ponpes Al Khoziny sendiri rencananya dikerjakan oleh Kementerian PUPR.

Pembangunan ponpes dilakukan di atas lahan seluas 3.700 meter persegi.

Proyek ini menggunakan anggaran APBN dan akan dilakukan secara bertahap. Karena harus menyesuaikan ruang fiskal pemerintah. (Red/gus)

  • Bagikan
error: Dilindungi Hak Cipta
Exit mobile version