Indeks

Urai Kemacetan, Pakar Tata Kota Ir. Budi Fatony MTA Tekankan Pemkot Malang Bangun Monorel

  • Bagikan

MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Pakar Tata Kota Malang Ir Budy Fatony MTA mengingatkan Pemkot Malang agar memikirkan keberadaan transportasi publik. Salah satunya pembangunan monorel.

Hal ini harus disiapkan seiring Malang menuju Kota Metropolitan. Sebab salah satu masalah yang akan timbul sebagai Kota Metropolitan tak lain soal kemacetan Kota.
“Sebagai Kota metropolitan, jelas tantangannya adalah menangani soal kemacetan karena meningkatnya volume kendaraan sedangkan kondisi jalannya relatif tetap,” ujar Budi Fatony kepada Tagar Indonesia.Com.

Terkait pembangunan monorel, kata Budi mengatakan sebenarnya sudah pernah digagas di era Mantan Wali Kota Malang, Mochamad Anton (Abah Anton).

Bahkan di zaman Wali Kota Abah Anton pernah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada Januari 2017 dengan konsorsium PT Indonesia Transit Central (ITC) dan mitra asing untuk studi kelayakan pembangunan monorel.

“Proyek ini awalnya ditargetkan beroperasi tahun 2018. Tapi estimasi biaya tinggi, namun rencana tersebut tidak terealisasi,” ucap Budy.

Budy menegaskan pembangunan proyek monorel sangat relevan untuk mengurai kemacetan di Kota Malang.

Sebab dengan monorel juga terintegrasi dengan akses perhubungan di wilayah Kota Batu dan Kabupaten Malang.

Terlebih dengan terus bertambahnya kendaraan karena adanya penduduk urban masuk Malang Kota, diperkirakan 5-10 tahun depan kondisi Malang macetnya luar biasa.

Budy mengatakan keberadaan bus trans jatim yang sudah dilaunching oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa hanya merupakan salah satu cara untuk menciptakan transportasi massal untuk mengurai kemacetan.

“Akan itu tetapinya skalanya kecil, beda lagi kalau ada monorel bisa semakin besar dampaknya,” kata mantan Dsen Arsitektur ITN Malang ini.

Budy menyarankan gagasan terkait monorel tahap pembangunan monorel ini bisa diawali dengan skala kecil radiusnya. Mengingat anggaran yang dibutuhkan sangat besar.

Budy menyarankan monorel awal ini bisa diperuntukkan bagi wisatawan yang hendak bepergian untuk menikmati wisata yang ada di wilayah Malang Raya.

Sehingga para pengguna yang mau naik monorel tinggal parkir di stasiun monorel yang ditempatkan dekat exit tol. Salah satunya di exit tol Singosari yang berada di kawasan Karanglo.

“Dengan demikian kendaraan mereka tidak perlu keluar masuk Kota Malang yang tidak mengakibatkan adanya kemacetan Kota,” pungkas pria kelahiran 21 Desember 1959 ini. (Red/gus)

  • Bagikan
error: Dilindungi Hak Cipta
Exit mobile version