Indeks

Ribuan Warga Siap Padati Balai Kota Malang Demi Dukung Program MBG, Ada Senam Massal dan Donor Darah

  • Bagikan

TAGARINDONESIA – Ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat dijadwalkan memadati kawasan Alun-Alun Tugu Balai Kota Malang, Sabtu (20/6), untuk mengikuti Apel Akbar Dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan program nasional yang kini telah berjalan di berbagai daerah.

Selain apel akbar dan deklarasi dukungan, panitia juga menyiapkan sejumlah kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat. Mulai dari senam massal, donor darah, hingga ajang silaturahmi yang mempertemukan relawan, petani, peternak, dan pelaku UMKM.

Penggagas kegiatan, Raden Djoni Sudjatmoko, mengatakan dukungan terhadap program MBG lahir dari pengalaman masyarakat yang merasakan manfaat langsung. Menurutnya, tidak hanya penerima manfaat seperti anak sekolah dan ibu hamil yang memperoleh dampak positif, tetapi juga masyarakat yang terlibat dalam rantai pasok program tersebut.

Petani, pelaku UMKM, penyedia jasa, hingga para relawan, kata Djoni, ikut merasakan geliat ekonomi yang tercipta dari pelaksanaan program MBG.

“Selama ini yang sering terlihat di media sosial adalah suara-suara yang menolak atau mengkritisi program pemerintah. Namun di lapangan, banyak masyarakat yang merasakan langsung manfaat berbagai program tersebut. Mereka bekerja, berusaha, dan tumbuh bersama kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil,” kata Djoni, Jumat (19/6).

Ia menilai, program MBG memiliki dampak ekonomi yang luas karena anggaran yang dialokasikan kembali berputar di tengah masyarakat melalui pembelian bahan pangan dari petani, peternak, nelayan, hingga pelaku usaha lokal.

“MBG bukan sekadar pengeluaran anggaran. Dana itu dibelanjakan kembali ke petani dan UMKM. Ini yang perlu dipahami masyarakat karena manfaat ekonominya dirasakan langsung,” ujarnya.

Melalui apel akbar tersebut, para peserta juga ingin menyampaikan harapan agar pemerintah tetap konsisten menjalankan berbagai program pembangunan yang telah dirancang. Di sisi lain, mereka juga menilai evaluasi dan ruang dialog tetap penting sebagai bagian dari penyempurnaan kebijakan.

Salah seorang peserta menegaskan bahwa dukungan yang diberikan bukan ditujukan kepada sosok tertentu, melainkan terhadap program yang dinilai membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami mendukung karena melihat manfaatnya. Dukungan ini bukan bentuk fanatisme kepada individu tertentu, tetapi karena kami menilai program-program yang dijalankan memiliki keberpihakan kepada masyarakat bawah, petani, nelayan, dan UMKM. Dukungan ini lahir dari pengalaman dan pertimbangan yang rasional,” ujarnya.

Panitia berharap apel akbar tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan bahwa partisipasi dalam pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui kritik, tetapi juga lewat dukungan yang konstruktif terhadap program-program yang dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

  • Bagikan
error: Dilindungi Hak Cipta
Exit mobile version