MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Keberadaan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) memegang peran vital dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Termasuk di wilayah malang selatan yang memiliki ratusan pelaku UMKM yang tersebar di berbagai pantai dan sektor, seperti kuliner, fashion, dan kerajinan tangan.
Namun demikian, tantangan yang dihadapi UMKM cukup kompleks.
Mulai dari legalitas usaha, pemasaran digital, hingga pengelolaan keuangan.
Untuk membantu mereka menghadapi banyak tantangan. Oleh karena itu, semua pihak harus bersama berkolaborasi secara aktif melaksanakan program pendampingan UMKM sebagai bagian dari upaya mewujudkan UMKM Naik Kelas.
Pendampingan dan pelatihan UMKM telah berlangsung di pendopo pantai Taman Ayu Ngantep Desa Tumpak Rejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang, Minggu ( 20/7/ 2025).
Dalam kesempatan diikuti UMKM dari Pantai Ngantep, Pantai Ungapan, Pantai Sendang biru dan sekitarnya.
“Kami semua berkomitmen untuk mendukung pelaku usaha dengan memberikan layanan pendampingan yang mencakup beberapa aspek penting. Diantaranya egalitas Usaha. Membantu pelaku UMKM mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikasi Halal, dan PIRT untuk memperluas akses pasar dan kemitraan,” ujar Yuliani S.Pd. Narsum pendamping UMKM.
Yuliani mengatakan selain legalitas usaha, pendampingan juga dalam hal pemasaran digital dan branding.
Dalam kesempatan itu, UMKM diberikan bimbingan strategi pemasaran di media sosial, pembuatan konten yang menarik, serta penggunaan platform e-commerce untuk meningkatkan penjualan.
Selanjutnya, ada pengelolaan Keuangan. Jadi mendorong UMKM untuk penerapan pencatatan keuangan berbasis cloud untuk memudahkan pelaku usaha dalam mengelola transaksi dan memantau keuntungan secara real-time.
Kemudian ada inovasi produk. Jadi mengarahkan pelaku UMKM untuk meningkatkan desain kemasan dan memperbaiki kualitas produk agar lebih kompetitif.
Program pendampingan yang dilaksanakan para relawan DPC. Projo Kab. Malang, DPC. Srikandi PP Kota Malang, Yayasan Matahari Indonesia, bertujuan menciptakan UMKM yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Sehingga mereka dapat naik kelas dari usaha mikro ke usaha kecil dan menengah.
“Banyak pelaku UMKM yang mendapatkan manfaat langsung dari pendampingan. Contohnya, seorang pengusaha/pelaku UMKM yang sebelumnya hanya memasarkan produknya di sekitaran lingkungannya, kedepannya diharapkan dapat memanfaatkan Shopee dan Instagram untuk memperluas jangkauan pasar,” ujar H. Ahmad Ghufron,M.Si selaku Koordinator Team pendamping.
Dengan strategi pemasaran digital yang dipelajari selama pendampingan, diharapkan penjualannya meningkat secara signifikan.
Selain itu, UMKM yang mengikuti program pendampingan kali ini, supaya mempunyai pencatatan keuangan yang baik dengan berbasis pembayaran berbasis Qris.
“Dengan demikian UMKM memiliki laporan keuangan yang rapi, yang memudahkan mereka mengajukan pendanaan tambahan ke lembaga perbankan,” tuturnya.
Dengan komitmen yang kuat dan dukungan penuh terhadap pengembangan UMKM, serta mendorong kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan akademisi untuk menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan.
Pendampingan UMKM bukan hanya solusi untuk tantangan saat ini, tetapi juga investasi jangka panjang dalam pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan terus melibatkan semua pihak, bergerak bersama menuju masa depan di mana UMKM dapat berkembang menjadi pilar utama perekonomian nasional.
“Mari bersama-sama wujudkan UMKM Naik Kelas, menuju perekonomian masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya saing global,” pungkas Ghufron. (AG)
