Indeks

Berpengalaman 34 Tahun, Khoirul Ansori Dipercaya Bupati Trenggalek Jadi Direktur Perumda Tirta Wening

  • Bagikan

TRENGGALEK | TAGAR INDONESIA.COM – Reformasi di tubuh Perumda Tirta Wening di lakukan Bupati Trenggalek M. Nur Arifin.

Ini ditunjukkan dengan dilantiknya direktur baru Perumda Tirta Wening atau PDAM Trenggalek bersamaan dengan pelantikan delapan pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT).

Jabatan Direktur Perumda Tirta Wening kini dijabat Khoirul Ansori. Sebelumnya Ansori pernah menjabat menjabat sebagai Kepala Unit PDAM Lawang.

Tak hanya itu Ansori juga sudah pengalaman selama 34 tahun di bidang pelayanan air minum di bawah naungan Perumda Tirta Kanjuruhan, Malang.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin, mengatakan pemilihan direktur Perumda Tirta Wening dilakukan secara terbuka dan berdasarkan kualitas serta rekam jejak.

“Saya ingin pelayanan PDAM bisa lebih progresif ke depan. Kita buka seleksi, saya tidak kenal orangnya. Saya hanya melihat dari kualitas dan track record,” ujar Ipin Rabu (1/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Mas Ipin berharap direktur baru mampu melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari evaluasi sistem hingga peningkatan layanan kepada masyarakat.

Ipin mengatakan terdapat beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan.

Mulai melakukan asesmen terhadap kebocoran maupun kekurangan sistem yang ada saat ini

Tak hanya itu, Ipin juga mendorong pengembangan skema cross cutting, dengan menjadikan lini usaha air minum dalam kemasan (AMDK) sebagai salah satu sumber pendapatan daerah Trenggalek.

“Keuntungannya nanti digunakan untuk pemenuhan pelayanan seluruh masyarakat, termasuk asesmen sumber air agar layanan lebih optimal,” tutur politisi PDIP ini.

Sementara itu, Khoirul Ansori, mengatakan jabatan yang diembannya merupakan tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

“Bagi saya jabatan ini bukan sekadar posisi, tapi tanggung jawab untuk menjaga profesionalisme dan memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan baik,” tutur Ansori.

Ansori menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas layanan serta menjaga integritas perusahaan.

Ansori juga akan menyusun program kerja 100 hari pertama bersama jajaran internal sebagai langkah awal pembenahan.

Tentunya persoalan mendasar masih menjadi pekerjaan rumah, seperti tingginya tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW), efisiensi biaya, serta peningkatan pendapatan perusahaan.

Tak hanya itu, Ansori juga melihat potensi pasar air minum di Trenggalek masih cukup besar, khususnya untuk pengembangan produk AMDK Tirta Pure.

“Potensi pengembangan air minum kemasan masih besar. Kita akan tingkatkan promosi dan memperkuat brand daerah agar menjadi kebanggaan masyarakat,” katanya.

Ansori juga berkomitmen untuk mengevaluasi berbagai kendala teknis di lapangan, termasuk gangguan layanan saat musim hujan. (Red/gus)

  • Bagikan
error: Dilindungi Hak Cipta
Exit mobile version