IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

ICCF 2025 Malang Raya Jadi Model Sinergi Kreatif Nasional

  • Bagikan
Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Fiki C. Satari
banner 468x60

TAGARINDONESIA – Gelaran Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 mencatatkan babak baru dalam kolaborasi ekonomi kreatif nasional. Untuk pertama kalinya, festival ini digelar lintas wilayah, Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Hal ini sukses menciptakan harmoni kreatif yang mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan.

Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Fiki C. Satari, menyebut sinergi tiga wilayah ini bukan sekadar simbol kolaborasi, melainkan refleksi nyata dari semangat lokal yang saling menguatkan.

“Agenda ICCF 2025 ini bukan sekadar event tahunan, melainkan representasi potensi kreatif di setiap daerah. Kota Batu, misalnya, punya narasi kuat sebagai kota agro kreatif dan sedang kami dorong menuju predikat Gastronomy City dunia versi UNESCO Creative Network. Kota Malang sendiri telah dikukuhkan sebagai Media Art City, sementara Kabupaten Malang, terutama kawasan Singosari, diarahkan menjadi pusat kebudayaan dan pendidikan yang berujung pada tumbuhnya ekonomi kreatif,” jelasnya.

Baca Juga:  MPC PP Kota Malang Kolaborasi Gandeng Jowo Line Dance Bagi Takjil di Bulan Ramadhan

Menurut Fiki, keunikan pelaksanaan di tiga wilayah tersebut menegaskan bahwa kreativitas tidak punya batas administratif. Tiap daerah menampilkan ciri khasnya sendiri, namun tetap dalam satu semangat: membangun ekosistem kreatif Nusantara.

Festival bertema “Nusantaraya: Senyawa Malang Raya” ini dihadiri lebih dari 300 delegasi dari berbagai jaringan kota kreatif di Indonesia, perwakilan kementerian, wakil menteri, hingga utusan presiden.

“ICCF 2025 menjadi salah satu event terbaik ICCN sejauh ini. Ada lebih dari 300 kabupaten/kota yang hadir, ini luar biasa. Saat ini jaringan ICCN sendiri telah terbentuk di 256 daerah di seluruh Indonesia,” tutur Fiki.

Tak berhenti di situ, penyelenggaraan ICCF juga diwarnai Forum Tertinggi Organisasi dan Rapat Anggota ICCN Tahun 2025 yang membahas arah kebijakan kreatif nasional ke depan.

Baca Juga:  Tak Terima Ucapan Menkop, Kader PDIP Laporkan Budi Arie Setiadi ke Bareskrim Mabes Polri

Pada hari terakhir festival, delegasi ICCN dijadwalkan berkumpul di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Kabupaten Malang. Di sana akan digelar workshop dan proses bidding tuan rumah ICCF 2026, yang menjadi salah satu momen strategis dalam menentukan arah gerak jejaring kota kreatif di tahun mendatang.

“KEK Singhasari kami pilih karena memiliki visi yang sejalan dengan masa depan ekonomi kreatif nasional, berbasis inovasi, pendidikan, dan kebudayaan,” pungkas Fiki.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta