IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Menkomdigi Meutya Hafid Sarankan Koran Tempo Tempuh Jalur Hukum Terkait Aksi Teror Kiriman Kepala Babi 

  • Bagikan
banner 468x60

TAGAR INDONESIA.COM – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid angkat bicara merespons adanya aksi teror pengiriman kepala Babi ke Kantor Koran Tempo.

Terkait kejadian ini, Meutya menyayangkan aksi teror tersebut.
“Saya sebagai mantan jurnalis menyayangkan. Tentu dan silahkan saja nanti laporkan (pelaku) gitu ya supaya ketahuan begitu siapa yang kirim,” ucap Meutya di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (21/3/2025).

Untuk itu, Meutya mengatakan sebagai bagian dari pemerintah pihaknya mendukung Tempo mengambil langkah hukum untuk mengungkap siapa pelakunya.

Meutya mengatakan Presiden Prabowo Subianto juga memiliki pandangan serupa terkait dengan kebebasan pers.

“Kami Menteri Komunikasi yang membawahi pers. Ini kita menyayangkan dan mempersilakan mendorong teman-teman dari Tempo untuk melaporkan secara hukum kepada kepolisian,” bebernya.

Baca Juga:  Nusantaraya 2025: Malang Raya Bersatu dalam Senyawa Kreatif

Meutya menegaskan pihaknya tidak pernah berubah soal dukungan terhadap kebebasan pers di Indonesia.

Sebab Pers juga bagian dari pemberi masukan kepada pemerintah dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto.

“Masukan-masukan dari masyarakat, sosial media pun beliau mendengarkan dan beberapa kebijakan kan dikoreksi,” tuturnya.

Untuk diketahui, Koran Tempo mendapatkan aksi teror dengan adanya pengiriman paket berisi kepala babi

Paket itu diterima satuan pengamanan Tempo pada 19 Maret 2025 pukul 16.15 WIB.

Cica baru menerimanya pada pukul 15.00, Kamis, 20 Maret 2025, selepas liputan bersama rekannya, Hussein Abri Yusuf Muda Dongoran.

Cica kemudian membawa kotak kardus tersebut ke kantor. Hussein yang pertama kali membuka kotak tersebut.

Baca Juga:  Janji beri Mobil Operasional Kades, PusDek Menilai Bupati Malang Tak Peka Persoalan Masyarakat yang Urgent 

Ketika bagian atas kardus dibuka, bau busuk pun tercium hingga diketahui isinya merupakan kepala babi.

Hussein, Cica, serta beberapa wartawan membawa kotak kardus di keluar gedung.

Setelah kotak kardus dibuka seluruhnya, ternyata terlihat kepala babi dalam kondisi kedua telinganya terpotong.

Cica sendiri merupakan wartawan desk politik yang juga host siniar Bocor Alus Politik. (Galih)

 

 

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta