IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Doktor Ke-691 UIN Maliki Malang Tawarkan Terobosan: TAWADHU dan Fenomenologi Islam Plus dalam Kewirausahaan Pesantren

  • Bagikan
banner 468x60

TAGAR INDONESIA.COM — Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang mengukuhkan Dr. Budiyono Santoso sebagai Doktor ke-691 dalam bidang Ekonomi Syariah.

Sidang terbuka yang digelar di Kampus Pascasarjana ini dihadiri lebih dari 150 peserta dari kalangan akademisi, pengusaha, tokoh pesantren, dan organisasi kemasyarakatan Islam. Disertasinya berjudul “Nilai-Nilai Pesantren Entrepreneurship” dinilai sebagai karya ilmiah yang menawarkan terobosan konseptual dan metodologis.

Dalam penelitiannya, Budiyono memperkenalkan dua konsep penting: TAWADHU sebagai fundamental of pesantren entrepreneurship, serta pendekatan Fenomenologi Islam Plus, yang mengintegrasikan dimensi nilai, spiritualitas, dan praksis sosial ke dalam kewirausahaan berbasis pesantren.

TAWADHU adalah akronim dari Tarbiyah (pendidikan), Wathaniyah (nasionalisme), Dakwah (penyiaran nilai Islam), Hamasatul Jihad (semangat perjuangan), dan Uswah (keteladanan). Disertasi ini menekankan bahwa nilai-nilai keislaman tidak hanya membentuk karakter individu, tetapi juga menjadi fondasi sistemik dalam membangun ekosistem wirausaha berbasis pesantren.

Baca Juga:  Prestasi Gemilang, MAN 2 Kota Malang Jadi yang Terbaik se-Indonesia dengan Perolehan Emas Terbanyak di Ajang OSN 2025

Ucapan selamat yang menghiasi pintu masuk hingga halaman gedung pascasarjana menandai apresiasi luas atas capaian ini.

Karangan bunga berasal dari berbagai institusi seperti STIES Riyadlul Jannah Mojokerto, STAI Al Hikam Malang, Universitas Brawijaya Malang, Bos Tomy Rahmat (pengusaha transportasi), PT BJLS, Ayam Nelongso, Juragan Kos, DPRD Kota Malang, serta berbagai pesantren dan organisasi Islam seperti PCNU Kota Malang, PW Ansor Jawa Timur, dan lainnya.

Sidang promosi ini menghadirkan tujuh penguji lintas keilmuan:

Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si.
Prof. Dr. H. Siswanto, M.Si.
Yuniarti Hidayah, S.P., S.E., M.Bus., Ak., CA., Ph.D.
Drs. H. Basri, M.A., Ph.D.
Dr. Hj. Meldona, M.M., Ak., CA.
Dr. H. Ahmad Djalaluddin, Lc., M.A.
H. Aunur Rofiq, Lc., M.Ag., Ph.D.

Baca Juga:  Reshuffle Kabinet Merah Putih, Erick Tohir Dilantik Jadi Menpora

Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si., penguji dan pakar metodologi kualitatif nasional dan internasional, memberikan catatan penting:

“Disertasi ini dapat menjadi contoh bagi para penulis disertasi yang menggunakan pendekatan kualitatif secara tepat. Secara metodologis, ia telah menerapkan paradigma postpositivistik dengan benar, lengkap dengan seluruh implikasinya—termasuk proses negosiasi temuan dengan para ahli,” ujar Prof. Mudjia.

Lebih lanjut, ia menekankan keunikan pendekatan disertasi ini:
“Ini belum pernah dilakukan oleh penulis disertasi sebelumnya. Disertasi ini menunjukkan pemahaman mendalam terhadap metodologi, sekaligus ketepatan dalam mengintegrasikan data empiris dan konsep teoritik berbasis nilai,” tambahnya.

Pernyataan ini mempertegas bahwa karya Budiyono bukan hanya menyumbang pada pengembangan keilmuan ekonomi syariah, tetapi juga menetapkan standar metodologis baru dalam penulisan disertasi kualitatif.

Baca Juga:  Puan Maharani Ingatkan Pemerintah: Penulisan Ulang Sejarah Jangan Abaikan Semangat 'Jas Merah'

Keberhasilan ini menegaskan posisi UIN Maliki Malang sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam integratif yang berorientasi pada kemaslahatan sosial.

Konsep TAWADHU dan Fenomenologi Islam Plus diharapkan menjadi kontribusi penting bagi pemodelan kewirausahaan pesantren di tingkat nasional dan internasional.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta