Lebaran 2026, Megawati Ziarah Kebangsaan ke Makam Bung Karno disambut Antusiasme Ribuan Warga

  • Bagikan
banner 468x60

BLITAR | TAGAR INDONESIA.COM – Presiden ke 5 yang sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri melakukan ziarah ke makam ayahandanya yang juga Presiden pertama Bung Karno, di Blitar, Jawa Timur Minggu (29/3/2026).

Dalam kesempatan itu, kedatangan Megawati disambut antusias oleh masyarakat, kader dan simpatisan partai, serta para peziarah yang sejak pagi memadati kawasan makam Bung Karno.

Dengan penuh suasana kehangatan dan kebersamaan, Megawati yang tampak didampingi sejumlah pengurus teras DPP PDIP diantaranya Sekjend Hasto Kristiyanto, Gubernur DKI Pramono Anung, Andreas Eddy Susetyo beserta sejumlah pengurus DPD PDIP Jatim menyalami beberapa pengunjung makam yang sudah antri ingin berjabat tangan.

Fenomena itu mencerminkan betapa kuatnya ikatan historis dan emosional antara Bung Karno selalu pendiri Republik Indonesia dengan rakyat.

Baca Juga:  Bupati Malang H.Sanusi Dukung Penuh Aksi Tanam 1000 Pohon yang akan Digelar Forum Malang Jurnalis di Peringatan HPN 2025

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristianto, menegaskan ziarah Ketum PDIP Megawati ini bukan sekadar seremoni di saat lebaran.

Akan tetapi ziarah ini juga sebagai momentum memperkuat nilai-nilai perjuangan Bung Karno dalam konteks kekinian.

Hasto mengatakan tantangan geopolitik global saat ini menuntut Indonesia kembali berpegang pada prinsip dasar yang telah dirumuskan para pendiri bangsa.

“Bung Karno telah meletakkan fondasi penting bagi arah politik dunia melalui gagasan tata dunia baru yang berkeadilan dan berlandaskan Pancasila. Nilai tersebut tetap relevan, bahkan semakin penting di tengah konflik global saat ini,” ujar Hasto kepada awak media Minggu (29/03/2026).

Hasto mengungkapkan doa yang dipanjatkan tidak hanya ditujukan Bung Karno dan bangsa Indonesia, akan tetapi juga bagi perdamaian dunia.

Baca Juga:  AKBP Wahyu Hidayat Jadi Kapolres Pamekasan Begini Saran dan Harapan Para Ketua Wartawan di Pamekasan

Mengingat, semangat kemerdekaan yang diperjuangkan Bung Karno, kata Hasto mengandung pesan universal tentang pembebasan dari segala bentuk penjajahan dan penindasan di atas dunia.

Tak hanya itu, Hasto juga menekankan pentingnya konsistensi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif.

Sebab prinsip ini dinilai sebagai pijakan moral dalam menyikapi berbagai ketidakadilan global.

Hasto menegaskan Indonesia sebagai bangsa yang besar tidak boleh bersikap pasif terhadap konflik yang melibatkan kekuatan besar dunia.
“Kita memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong perdamaian serta menolak segala bentuk penindasan,” tutur Hasto.

Dengan demikian, lanjut Hasto, momentum ziarah ke Makam Bung Karno ini sekaligus menjadi ruang refleksi atas kesinambungan kepemimpinan nasional.

Baca Juga:  Wujud Solidaritas dan Toleransi Umat Beragama, Pertama Kali DPC PDIP Kota Malang Gelar Perayaan Natal 2025 yang Disertai Santunan Anak Panti

“Pengalaman kepemimpinan Megawati dalam menghadapi krisis multidimensional dinilai menjadi bekal penting dalam membaca arah dan dinamika geopolitik global saat ini,” pungkasnya. (Red/gus)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta