Peduli Korban Gempa NTT, PDIP Tunda Agenda Internal dan Fokus Kirim Bantuan

  • Bagikan
banner 468x60

JAKARTA | TAGAR INDONESIA.COM – Gempa Bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengundang simpati dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Partai berlogo banteng itu langsung memprioritaskan penanganan dan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sejumlah kader PDIP juga sudah dikerahkan untuk menyerahkan bantuan bagi warga korban gempa.

Yakni Ganjar Pranowo, Risma, Ribka Tjiptaning dan Sri Rahayu.

“Maka (Ketua DPP PDIP) Bu Risma, Pak Ganjar, Ibu Ribka Tjiptaning sudah berada di Flores untuk membantu penanganan bencana dan kami juga akan kirim,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto.

Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya telah menerjunkan sejumlah kader untuk membantu penanganan bencana di wilayah Flores.

Baca Juga:  Terkuak, Puspom TNI Tetapkan Empat Oknum Tersangka Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS, Andrie Yunus

Hal itu menjadikan agenda internal partai yang seharusnya digelar secara rutin terpaksa menyesuaikan dengan kondisi bencana di NTT.

“Fokus utama PDIP saat ini diarahkan pada upaya membantu masyarakat terdampak,” tutur Hasto.

“Ini Mbak Mercy (Christy Barends), ya kita besok rapat DPP PDI Perjuangan seharusnya setiap Selasa, tapi konsentrasi utama dari PDI Perjuangan saat ini adalah untuk membantu penanganan bencana di NTT,” imbuhnya.

Hasto menuturkan, sejumlah kader yang telah berada di Flores akan membantu proses penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.

PDIP juga akan mengirimkan tim tambahan untuk memperkuat bantuan bagi masyarakat terdampak gempa.

Langkah tersebut menjadi bagian dari kepedulian partai terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak bencana.

Baca Juga:  Imbas Dipanggil Komisi III DPR RI Terkait Penanganan Kasus Amsal, Kajari Karo dan JPU Ditarik ke Kejagung

PDIP berharap bantuan yang diberikan dapat mendukung proses penanganan dan pemulihan masyarakat di wilayah terdampak bencana gempa. (Red/gus)

 

Penulis: Agus PrasetyoEditor: Agus Prasetyo
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta