Tak Jelas dan Semrawut, PUSDEK Soroti Setoran PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari PKL di Stadion Kanjuruhan Diduga Kuat Bocor dan Ada Permainan

  • Bagikan
banner 468x60

MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Sektor pendapatan asli Daerah (PAD) di Stadion Kanjuruhan dari PKL mendapat sorotan dari PusDek (Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik).

Penyebabnya pendapatan dari PKL diduga kuat banyak bocornya alias tidak jelas.

Bahkan informasi yang didapatkan media ini, ada salah satu oknum inisial MKR sebagai pengepul retribusi dari PKL.

MKR selama ini berperan bebas dalam mengatur keberadaan PKL di stadion Kanjuruhan, baik ketika ada event atau hanya sekedar berjualan rutin di Stadion Kanjuruhan.

Terlalu lama dan leluasanya MKR mengatur keberadaan PKL diduga kuat adanya permainan dalam menata PKL selama ini di Kanjuruhan. Khususnya ketika ada event.
“Buka saja datanya, berapa PKL yang berjualan di Kanjuruhan. Dugaan kami banyak bocornya karena sistemnya manual,” ujar Direktur PusDek, Asep Sudirman kepada PROKOTA.COM.

Baca Juga:  Kejagung Beber Peran 8 Tersangka di Kasus Dugaan Korupsi PT Sritex

Belum lagi, masih ada PKL yang berjualan di area taman di sisi belakang Stadion Kanjuruhan. Padahal sebelumnya, pihak Stadion Kanjuruhan sudah membuat keputusan kawasan Taman steril dari PKL.

Fakta itu membuat pemandangan di Stadion Kanjuruhan terkesan semrawut tanpa ada penataan yang jelas.

Tak hanya itu, keberadaan Lapak semi permanen yang ada di depan kolam renang juga patut dipertanyakan setoran PAD-nya.
“Sudah bertahun tahun juga lapak lapak itu dibiarkan seperti itu,” kata Asep.

Sementara itu, hingga berita ini dirilis media TAGAR INDONESIA.COM masih mengkonfirmasi pihak Dispora sebagai penanggungjawab pengelola Stadion Kanjuruhan. (Red/gus)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta