IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
previous arrow
next arrow

Takut Terulang Kasus Kecelakaan di Libur Panjang, Satlantas Polres Batu dan Dishub Perketat Pemeriksaan Bus Ramp Check

  • Bagikan
banner 468x60

TAGARINDONESIA.COM – Terjadinya kasus kecelakaan beberapa waktu lalu yang mengakibatkan empat orang meninggal membuat jajaran Satlantas Polres Batu dan Dishub Kota Batu ekstra dalam mengawal libur panjang Israj Mi’raj dan Tahun Baru Imlek mulai Sabtu (25/1/2025) hingga Rabu (29/1/2025).

Hal ini bisa dimaklumi karena musim liburan Kota Batu akan menjadi jujugan ribuan pengunjung dari luar kota.

Untuk itu, jajaran Polisi bersama petugas Dinas Perhubungan (Dishub) di Kota Batu, Jawa Timur akan melakukan rekayasa lalu lintas (lalin) apabila terjadi kepadatan dan pemeriksaan bus ramp check.

Hal ini disampaikan Kasatlantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim.

Kevin mengungkapkan skema rekayasa lalin akan diberlakukan seperti operasi lilin semeru yang telah digelar beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Akademisi UB Soroti RKUHAP, Berpotensi Melemahkan Perlindungan HAM

Pihaknya juga akan memantau arus kendaraan keluar-masuk Kota Batu melalui aplikasi khusus dan kamera CCTV yang ada.

Adapun skemanya hampir sama seperti operasi lilin. Seperti di perempatan Arhanud, Pesanggrahan, pertigaan TMP, kalau diperlukan, jadi ada yang sebelumnya boleh belok sewaktu-waktu diluruskan.

“Kami juga memantau jumlah arus kendaraan keluar-masuk Kota Batu melalui suatu aplikasi seperti Google Maps,” ujar AKP Kevin kepada awak media.

Tak hanya itu, petugas kepolisian juga akan melakukan ramp check secara acak terhadap segala bus pariwisata yang masuk ke Kota Batu.

Karena waktunya libur agak panjang tentu intensitas akan diperbanyak.

Jika rutinnya dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu. Makan ditambah Senin (27/1/2025) dan Selasa (28/1/2025).

Baca Juga:  Hearing DPRD Kabupaten Malang, Tegaskan Yayasan Wikarta Mandala sebagai Rumah Singgah bukan Rumah Sakit

“Total setiap harinya ada 25 petugas gabungan yang terbagi menjadi dua tim untuk diterjunkan melakukan ramp check,” tutur Kevin.

Dalam operasi ini, lanjut Kevin semua kendaraan yang terbukti tidak lengkap surat dan kendaraaannya tidak laik jalan ya tentu dilakukan penilangan.

Kevin mengakui kebijakan ini untuk meminimalisasi terulangnya kejadian kecelakaan bus yang beberapa waktu lalu menabrak sejumlah kendaraan dan mengakibatkan 4 orang meninggal.

“Yang jelas ini semua kami lakukan demi pentingnya keamanan dalam berlalulintas. Kami ingin wisatawan dan pengendara jalan lainnya benar-benar aman dan nyaman, tidak khawatir di jalan,” tandas dia. (rul)

 

 

 

 

 

 

 

Penulis: Ahmad SahrulEditor: Agus Prasetyo
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta