IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Ditolak Keluarga Korban Kanjuruhan, Polres Malang Belum Keluarkan Izin Laga Arema Vs Persebaya

  • Bagikan
banner 468x60

MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Laga derby Arema FC vs Persebaya Surabaya kecil peluangnya bakal digelar di Stadion Kanjuruhan Malang pada 28 April 2026 mendatang.

Penyebabnya hingga kini pihak Polres Malang belum mengeluarkan rekomendasi perizinan digelarnya laga Arema Vs Persebaya.

Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi mengungkapkan pihak kepolisian memang belum mengeluarkan rekomendasi perizinan digelarnya laga sarat emosional bagi suporter di Malang.

Adapun alasan belum diterbitkannya rekomendasi perizinan langsung lantaran mempertimbangkan banyak aspek.

“Mulai potensi gangguan keamanan, lalu aksi penolakan mulai dari keluarga korban, mahasiswa, dan suporter baik melalui surat maupun media sosial,” ujar Kapolres Taat, Kamis (16/4/2026).

Tak hanya itu, pihak Polres Malang juga mencermati dinamika di media sosial yang ada di masyarakat.

Baca Juga:  Duh, Unggul Jumlah Pemain, Arema FC Justru Ditaklukkan Persib Bandung di Kandang Sendiri

“Di situ (sosmed) ada potensi provokasi cukup tinggi, juga ujaran kebencian, dan ancaman gangguan kamtibmas lain,” beber Taat.

Namun demikian, kata Taat, pihaknya akan melaporkan hasil rapat terakhir ke Polda Jatim.

” Kami memperkirakan keputusan dari Polda Jatim akan keluar sebelum Jumat besok (17/4/2026),” tutur Taat.

Taat mengatakan kemungkinan pertandingan Arema vs Persebaya tetap akan berlangsung pada tanggal 28 April 2026. Hanya saja, lokasi venue pertandingan berpindah.

Keputusan itu diambil, setelah dilakukan rapat Koordinasi Kamtibmas pertandingan BRI Super League antara Arema FC kontra Persis Solo dan Arema FC VS Persebaya Surabaya, di Polres Malang.

Dalam rapat koordinasi tersebut, diikuti perwakilan suporter, korwil Kecamatan, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang.

Baca Juga:  Hajar Lecce 4-0, Inter Milan Terus Tempel Napoli di Puncak Klasemen

Sedangkan jalannya rapat koordinasi tersebut berlangsung selama dua jam.

Taat Resdi mengungkapkan rapat tersebut membahas dua pertandingan kandang Arema FC sekaligus.

Pertama, melawan Persis Solo tanggal 18 April mendatang, tanggal 28 April melawan tim Bajul Ijo, Persebaya Surabaya.

“Kalau pertandingan melawan Persebaya, dengan beberapa pertimbangan kami belum siap. Adanya penolakan dan trauma Tragedi Kanjuruhan menjadi penyebabnya,” ucap Taat.

Laga melawan Persebaya, lanjut Taat merupakan pertandingan yang dikategorikan pertandingan berisiko tinggi.

Tak hanya itu, pihak Pemkab Malang juga menyampaikan kekhawatiran, banyak program-program strategis pemerintah pusat yang dapat terganggu jika pertandingan tetap dilaksanakan disana.

‘Pertimbangan trauma sosial pasca Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu yang disampaikan pihak suporter,” kata Taat.

Baca Juga:  Sikat AS Monaco 3-0, Inter Milan Lolos Babak 16 Besar Liga Champions

Taat menjelaskan trauma para korban kanjuruhan belum bisa disembuhkan dalam waktu singkat.

Untuk itu, pertandingan melawan Persebaya di Kanjuruhan tahun ini belum siap dilaksanakan di Stadion Kanjuruhan. (Red/gus)

 

 

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta