IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
previous arrow
next arrow

Geger, Suami istri di Malang Tewas Bersama

  • Bagikan
banner 468x60

MALANG | TAGARINDONESIA.COM – Tragedi memilukan terjadi dan menggegerkan Warga Dusun Tegalrejo, Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang Selasa pagi (22/7/2025).

Penyebabnya sepasang suami istri ditemukan warga meninggal dunia dalam keadaan tragis di rumah mereka.

Berdasarkan informasi yang diperoleh PROKOTA di lapangan, diduga kuat, peristiwa ini dipicu pertengkaran rumah tangga. Hingga mengakibatkan terjadinya aksi kekerasan dan gantung diri.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 08.15 WIB.

Saat itu, rumah korban dalam kondisi tertutup rapat dan tidak ada suara mencurigakan dari dalam rumah.

Pihak keluarga pun curiga karena Iin yang biasanya sudah keluar rumah untuk berjualan, akan tetapi tidak terlihat.

“Pagi itu tidak terdengar cekcok atau teriakan apapun. Suasana rumah sangat sepi. Kami tahunya justru setelah masuk dan mendapati keduanya dalam kondisi mengenaskan,” cerita paman korban Sarmat.

Baca Juga:  Sebelum Kembali Jadi Home Base Arema FC, Kapolda Jatim Gelar Inspeksi untuk Memastikan Stadion Kanjuruhan Aman

Iin Handayani (35) ditemukan oleh pihak keluarga pertama kali dalam kondisi bersimbah darah. Itu terjadi karena luka tusuk di tubuhnya.

Saat diketemukan Iin masih hidup dan langsung dilarikan ke RSUD Lawang untuk mendapatkan pertolongan.

Namun, takdir berkata lain. Korban dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Sementara itu, suami korban Arik Wicaksono (40) juga ditemukan warga tewas dalam kondisi gantung diri di kamar belakang rumahnya.

“Korban Iin mengalami tiga luka tusuk. Masing-masing di bagian dada, perut, dan paha,” beberapa Sarmat.

Mengetahui kejadian itu, kata Sarmat, korban yang sudah terkapar di lantai kamar depan berlumuran darah oleh warga langsung inisiatif membawa ke rumah sakit.

“Tapi dia (Iin) meninggal di jalan,” tuturnya.

Baca Juga:  Selidiki Dugaan Kasus Keracunan MBG siswa MTS Al Khalifah, Penyidik Polres Malang Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Sementara itu, Kapolsek Lawang, AKP Moch Lutfi membenarkan peristiwa tersebut. Petugas kepolisian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi kedua jenazah ke kamar jenazah RSSA Malang untuk proses visum dan otopsi.

“Dugaan sementara adalah pembunuhan yang dilakukan oleh suaminya, kemudian pelaku bunuh diri. Tapi kami masih mendalami kasus ini dan menunggu hasil visum serta otopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian kedua korban,” ujar AKP Lutfi.

Dalam kejadian ini polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi.

Termasuk sebilah pisau dapur yang diduga digunakan dalam penusukan.

Unit Identifikasi dan tim Inafis dari Polres Malang juga terlibat dalam pengumpulan bukti dan pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak kepolisian masih mendalami motif di balik peristiwa ini, termasuk kemungkinan adanya tekanan psikis atau persoalan ekonomi dalam rumah tangga korban. Saksi dari keluarga dan tetangga terus dimintai keterangan untuk menyusun kronologi yang utuh dan akurat.

Baca Juga:  Hadirkan Sabrang dan Kiai Kanjeng, Jazz Parlement DPRD Kabupaten Malang Kumpulkan Donasi 399 Juta untuk Korban Banjir Aceh

Diketahui, pasangan ini hidup sederhana bersama dua anak mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan menengah pertama.

Iin sehari-harinya berjualan makanan ringan keliling sekolah dengan sepeda.

Sedangkan Arik bekerja sebagai buruh proyek dan baru pulang ke rumah pada hari Senin (21/07/2025), sehari sebelum kejadian.

Menurut informasi, saat peristiwa terjadi, orang tua Iin sedang tidak berada di rumah karena sedang mengurus ternak ayam.

Sedangkan kedua anak pasangan suami istri sedang berada di sekolah. Sehingga tidak ada orang lain di rumah, selain korban. (gus)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta