IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Jembatan Embong Brantas Longsor, Dua Rumah Jadi Korban Longsoran

  • Bagikan
banner 468x60

MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Hujan deras kembali mengguyur Kota Malang mengkibatkan pagar Jembatan Embong Brantas Kota Malang ambrol pada Minggu malam (23/11/2025).

Kejadian itu mengakibatkan 22 rumah di kawasan Kampung Tridi yang ada di bawahnya terdampak.

Akan tetapi ada dua rumah rusak terlihat rusak cukup berat. Ini terjadi lantaran bagian dinding belakangnya rusak akibat longsoran jembatan.

Pantauan jurnalis media ini, trotoar dan paar jemabat terlihat ambrol pasca hujan lebat mengguyur Kota Malang.

Setiap kali hujan deras mmang trotoar jembatan ini kerap tergenang air.

Disisi lain, jembatan Brantas dilalui kendaraan berat karena jalan nasional tengah kota.

Kondisi inilah disinyalir mengakibatkan penurunan kekuatan konstruksi. Dampaknyatrotoar jembatan ambrol.

Baca Juga:  Bupati Malang Sanusi Beri Motivasi ke Anak Yatim di Acara Hari Ketiga Pekan Islami XVIII PT.ACA

Salah satu korban yang rumahnya rusak Dasuki (60) mengatakan kejadian itu bermula saat dirinya duduk di ruang tamu.

Sedangkan, istrinya sedang memasak di dapur untuk membuat kopi.
“Mendadak tiba tiba ada suara, duar, gruduk gruduk. Ternyata air dan lumpur sudah turun dari atas,” ujar Dasuki kepada awak media Senin (24/11/2025).

Mengetahui ada longsor Dasuki Tak berpikir panjang.

Seketika itu Dasuki mengajak istrinya menyelamatkan diri. Dan saat itu Dasuki melihat dinding belakang rumahnya sudah jebol terkena hantaman longsoran.

Kemudian perabotan rumahnya banyak yang tertimbun lumpur.

Usai kejadian itu, Dasuki dan istrinya terpaksa mengungsi di rumah warga sekitarnya.

Sementara itu, hasil pantauan Senin pagi, warga bersama petugas hingga relawan bergotong royong mem bersihkan material dan lumpur di permukiman warga yang terdampak.

Baca Juga:  Hari Kedua, Pekan Islami ke-XVIII PT ACA Santuni 584 Anak Yatim di Sumawe dan Gedangan

Sedangkan arus kendaraan di Jembatan Embong Brantas terlihat padat merayap.

Personel Satlantas Polresta Malang Kota dan Dishub Kota Malang tampak melakukan rekayasa pengaturan lalu lintas.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin bersama jajaran Pemkot Malang melakukan pengecekan lokasi dan menyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Kadishub Kota Malang R.Wijaya untuk kelayakan jalan pasca kejadian masih menunggu rekomendasi dari balai besar “sementara masih bisa dipakai,” (Red/gus)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta