Pulang dari Malaysia : Edi Suwanto Bangun Peternakan Ayam Petelur hingga Terus Berkembang, Ini Rahasianya 

  • Bagikan
banner 468x60

TULUNGAGUNG – Pengalaman merantau di Malaysia tidak membuat Edi Suwanto memilih kembali bekerja sebagai pekerja. Setelah pulang ke Tulungagung pada 2017, ia justru memulai usaha sendiri dengan beternak ayam petelur.

Dari Dusun Apakbranjang, Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Edi perlahan membangun peternakannya. Saat pertama kali memulai usaha, ia hanya memiliki sekitar 1.500 ekor ayam.

Pilihan menjadi peternak bukan tanpa tantangan. Untuk meningkatkan skala usaha, Edi membutuhkan tambahan modal guna memperluas kandang dan menambah populasi ayam. Peluang itu kemudian dimanfaatkan ketika ia memperoleh fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI pada 2024.

Dana pembiayaan tersebut digunakan untuk mengembangkan kandang dan meningkatkan jumlah ayam petelur. Penambahan populasi membuat kapasitas produksi ikut bertambah dan berdampak terhadap omzet usaha.

Baca Juga:  Gairahkan Kunjungan Wisatawan, Bupati Malang Launching Logo Hari Jadi Kabupaten Malang ke 1265 dan MTG

“Sejak mendapatkan fasilitas KUR dan pendampingan dari petugas BRI, usaha saya bisa terus berkembang. Populasi ayam meningkat dan tentunya ikut berdampak pada omzet usaha,” kata Edi.

Menurut Edi, manfaat yang diterimanya tidak hanya berupa pembiayaan. Setelah menjadi nasabah KUR, petugas BRI tetap melakukan pendampingan dan memberikan informasi mengenai layanan perbankan yang dapat menunjang aktivitas usahanya.

Dalam kegiatan transaksi, Edi menggunakan BRImo untuk sejumlah kebutuhan bisnis, termasuk transaksi penjualan telur dan pembayaran pembelian pakan.

Aktivitas keuangan usahanya juga terbantu dengan layanan cash pick up. Ketika menerima pembayaran hasil penjualan telur secara tunai, Edi tidak perlu meninggalkan peternakan untuk menyetorkan uang tersebut.

Baca Juga:  Peras Kepala Dinas, Bupati Tulungagung dan Ajudannya Ditetapkan KPK Jadi Tersangka

“Cash pick up sangat membantu karena ketika ada pembayaran hasil penjualan telur secara tunai, saya tidak perlu meninggalkan peternakan untuk melakukan penyetoran. Petugas BRI datang memberikan layanan,” ujarnya.

Pgs. Branch Office Head BRI Tulungagung Mochamad Agus Mirwan mengatakan, kebutuhan pelaku usaha tidak berhenti pada akses pembiayaan. Karena itu, BRI juga memberikan pendampingan serta menghadirkan layanan yang menyesuaikan karakter aktivitas bisnis nasabah.

“KUR memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas bisnis. Namun bagi BRI, dukungan kepada UMKM tidak berhenti pada pembiayaan,” ujar Agus.

Ia menambahkan, pemanfaatan BRImo dan cash pick up menunjukkan bagaimana layanan perbankan dapat membantu pelaku usaha mengelola transaksi sekaligus tetap fokus pada kegiatan bisnis.

Baca Juga:  Perumda Tirta Kanjuruhan Menjadi Sorotan Sebagai Sarang Nepotisme Di Kabupaten Malang

Bagi Edi, perjalanan dari perantauan menuju dunia peternakan kini menjadi usaha yang terus dikembangkan. Dukungan pembiayaan, layanan transaksi, dan pendampingan menjadi bagian dari proses tersebut.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta