IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Buka Pra Musrenbang, Bupati Malang Tegaskan Sektor Kesehatan dan Pendidikan Tak Terimbas Efisiensi

  • Bagikan
banner 468x60

TAGAR INDONESIA.COM – Melalui Forum Perangkat Daerah Kabupaten Malang mulai merencanakan kerja tahun depan dengan dilaksanakannya Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dibuka langsung oleh Bupati Malang, H. Sanusi dalam rangka menyusun rencana kerja tahun 2026 mendatang.

Berlangsung di Ruang Rapat Anusapati, Jl. Merdeka Timur no. 3 Malang kegiatan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tersebut dihadiri Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Malang beserta Jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, serta Para Camat dan Delegasi Camat yang hadir yang mengikuti daring.

Bupati Malang, H. Sanusi memaparkan tata cara penyusunan RKPD dilaksanakan melalui pelaksanaan Musrenbang, baik yang dilaksanakan di Kecamatan maupun Kabupaten serta pelaksanaan Forum Perangkat Daerah. Rabu, (5/3/2025).

Baca Juga:  Kementerian PU Serahkan Pengelolaan Stadion Kanjuruhan Usai Direnovasi sebesar Rp 357 Miliar ke Pemkab Malang

“Kebijakan dalam penyusunan rencana pembangunan tahunan sebagai bagian untuk mewujudkan rencana lima tahunan guna mencapai terwujudnya Malang Makmur Berkelajutan dan Indonesia Emas 2045, tetap mengacu pada money follows program, yaitu kebijakan yang berbasis pada output dan outcome program prioritas,” ungkap Abah Sanusi.

Meski ditahun ini terdapat kebijakan dari Pemerintah Pusat tentang efisiensi penggunaan anggaran. Namun sektor kesehatan dan pendidikan, termasuk biaya rehab sekolah rusak tidak terimbas, bahkan berpotensi naik karena dapat limpahan anggaran.

Dijelaskannya, efisiensi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang meliputi kegiatan seremonial, kajian, publikasi, studi banding, pencetakan, seminar atau focus group discussion (FGD), perjalanan dinas, dan belanja alat tulis kantor (ATK).

Baca Juga:  Target Terpenuhi, Bapenda Kabupaten Malang Kumpulkan PAD 1,148 Triliun

“Efisiensi dapat dialihkan untuk bidang pendidikan, bidang kesehatan, infrastruktur dan sanitasi, serta optimalisasi penanganan pengendalian inflasi. Kemudian juga untuk stabilitas harga makanan dan minuman, penyediaan cadangan pangan, dan prioritas lainnya yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Bupati Malang menegaskan bahwa saat ini sangat penting koordinasi antar perangkat daerah terkait untuk penentuan skala prioritas.

Menurutnya, pendekatan integratif menggambarkan keterpaduan seluruh program dan kegiatan yang saling memperkuat dan selaras dalam mencapai sasaran prioritas daerah. (ayub)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta