Idaroh Syubiyah (JATMAN) Kota Malang Sukses Gelar MUSDA 2026 di Unisma

  • Bagikan
banner 468x60

MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Idaroh Syubiyyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN) Kota Malang secara resmi telah merampungkan agenda Musyawarah Idaroh (Musda).

Adapun Musda tersebut berlangsung dengan khidmat di Kampus Universitas Islam Malang (Unisma) dan dihadiri oleh jajaran pengurus tingkat Aliyah, Wustho hingga tingkat Ghusniyah, tokoh ulama, serta tamu undangan dari Lembaga di lingkungan PCNU Kota Malang.

​Musda ini juga menjadi momentum krusial bagi JATMAN Kota Malang dalam merumuskan arah strategis organisasi, evaluasi kinerja kepengurusan, serta penyusunan program kerja yang relevan dengan tantangan keutmatan dan kebangsaan saat ini.

Pemilihan Unisma sebagai tempat penyelenggaraan Musda bukan tanpa alasan.

Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) terkemuka, Unisma dinilai memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat untuk menyatukan visi akademis dan nilai-nilai ke-tashawwuf-an.

​Pengurus Idaroh Wustho JATMAN Jawa Timur KH. Maksum Maulani, dalam sambutannya beliau mengatakan Idaroh Syubiyah Kota Malang ini termasuk paling aktif dan selalu hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Idaroh Wustho, juga pelaksanaan Musda ini paling bagus dan paling cepat pelaksanaannya sebelum masa jabatannya berakhir.

Baca Juga:  Vatikan Berduka, Paus Fransiskus Meninggal Dunia di Usia 88 Tahun

“Oleh karena itu saya kagum dan bangga atas kinerjanya, lebih penting bagaimana regenerasi kepengurusan dan memasyarakatkan thoriqoh kepada semua kalangan,” ucapnya.

​Diakhir sambutannya beliau menegaskan pentingnya peran JATMAN sebagai benteng moral dan spiritual masyarakat, khususnya di tengah arus modernisasi Kota Malang yang dinamis.

“Melalui Musda di Unisma ini, diharapkan terlahir kepemimpinan yang amanah serta program-program yang mampu mendekatkan ajaran Thoriqoh Al-Mu’tabaroh kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda,” tuturnya.

​Sementara sekretaris PCNU Kota Malang Prof. Dr. H. Faisol Fatawi dalam sambutannya dan menyemangati peserta Musda mengatakan dalam tradisi tarekat, terdapat sejumlah nilai spiritual yang menjadi fondasi penting dalam pembentukan dan pengelolaan kondisi jiwa, seperti ikhlas, rajā’ (harap), khauf (takut), sabar, tawakal, syukur, dan ridha. Nilai-nilai tersebut tidak semata-mata dipahami sebagai ajaran moral atau praktik keagamaan, tetapi juga sebagai mekanisme spiritual yang membantu seseorang mengelola emosi, menghadapi tekanan hidup, membangun harapan, serta menerima berbagai keadaan secara lebih konstruktif.

Baca Juga:  Arumi : Peran Ibu Kian Krusial di Era Digital, Pengguna Medsos Terbesar adalah Perempuan

Dalam konteks kehidupan generasi muda saat ini, nilai-nilai tersebut menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya perhatian terhadap persoalan mental health. Tarekat, dengan latihan spiritual dan pembinaan batin yang sistematis, berpotensi menawarkan perspektif alternatif dalam membangun ketahanan jiwa dan menciptakan kondisi psikologis yang lebih sehat.

Relevansi tersebut dapat dipertautkan dengan perspektif psikologi positif, khususnya konsep psychological well-being yang menempatkan kesejahteraan psikologis sebagai salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia.

Psychological well-being tidak hanya berkaitan dengan ketiadaan gangguan mental, tetapi juga dengan kemampuan individu menerima dirinya, membangun relasi positif, memiliki tujuan hidup, mengembangkan potensi diri, serta mampu mengelola kehidupannya secara mandiri.

Dalam perspektif ini, nilai-nilai spiritual dalam tarekat dapat dibaca sebagai sumber daya psikologis yang berkontribusi terhadap pembentukan kesejahteraan tersebut.

Baca Juga:  UIBU Luncurkan Mata Kuliah Kebudiutamaan, Siap Jadi Rujukan Perguruan Tinggi di Indonesia

Nilai-nilai spiritual dapat berperan dalam membangun ketahanan mental generasi muda di tengah kompleksitas kehidupan seperti sekarang ini.

Faishol juga mengapresiasi suksesnya gelaran Musda ini dan berharap kepengurusan JATMAN Kota Malang yang baru dapat semakin memperkuat sinergi program-program keagamaan dan kemasyarakatan di Kota Malang.

Mudir Idaroh syubiyah Kota Malang Dr. KH. Moh. Qusyairi, M.Pd menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung gelaran Musda ini khususnya Unisma yang diperkenankan menempati Gedung ini untuk gelaran Musda.

“Saya mohon maaf mana kala kegiatan ini yang sudah dipersiapkan dengan baik masih terdapat kekurangan terlebih molornya acara dan saya berharap kegiatan ini diikuti dengan baik sampai selesai hingga terpilihnya Rois dan Mudir yang baru,” pungkasnya. (Red/gus)

Penulis: HeruEditor: Agus Prasetyo
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta