IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Dinilai Membebani Wali Murid, Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jatim Sri Untari Tekankan Larangan Wisuda Sekolah

  • Bagikan
banner 468x60

TAGAR INDONESIA.COM – Maraknya suara-suara sumbang soal beban wali murid terkait acara wisuda sekolah membuat Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Sri Utara angkat bicara.

Untari yang merupakan Ketua Komisi yang membidangi pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, menghimbau dengan tegas kepada seluruh Kepala Dinas Pendidikan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Jawa Timur untuk meniadakan kegiatan wisuda atau pelepasan formal yang bersifat seremonial dan berbiaya tinggi di jenjang pendidikan menengah (SMA/SMK).

“Kami memandang bahwa urgensi pelaksanaan wisuda di tingkat sekolah menengah tidak bersifat prioritas dalam konteks dunia pendidikan saat ini. Apalagi, dalam kondisi ekonomi nasional yang belum sepenuhnya stabil, banyak orang tua siswa menghadapi tekanan finansial yang cukup berat akibat ketidakpastian penghasilan dan kebutuhan hidup yang semakin tinggi,” ujar Untari dengan nada tegas, Kamis (08/05/2025)

Baca Juga:  Sri Untari : Peringatan Hari Buruh Harus jadi Momentum Komitmen dalam Mewujudkan Keadilan Sosial

Untari menegaskan pendidikan haruslah berorientasi pada substansi dan nilai.
Bukan pada kegiatan yang hanya bersifat simbolik namun berdampak pada beban biaya tambahan.
“Kita semua—pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan pemangku kepentingan—harus menunjukkan kepekaan sosial dan empati terhadap realitas yang sedang dihadapi oleh masyarakat,” ucap politisi PDIP ini.

Komisi E DPRD Jawa Timur mendorong agar sekolah-sekolah lebih fokus pada penyempurnaan proses belajar-mengajar dan pembinaan karakter peserta didik, serta menggantikan kegiatan wisuda dengan alternatif kegiatan yang lebih sederhana, edukatif, dan tidak membebani orang tua secara finansial.

“Kami percaya bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang inklusif, adil, dan peka terhadap kondisi masyarakat. Mari kita wujudkan lingkungan pendidikan yang lebih berkeadilan dan berpihak kepada rakyat,” pungkasnya. (Doni)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta