IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
previous arrow
next arrow

Ciptakan Generasi Intelek dan Peduli Terhadap Sesama, MTS Nurul Huda Ngajum Gelar Diklat Kurikulum Berbasis Cinta

  • Bagikan
banner 468x60

MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Kepala Kementerian Agama Kabupaten Malang Dr. Sahid, MM hadir untuk membuka Diklat Tindak Lanjut Peningkatan Kompetensi Guru dalam menyusun perangkat pembelajaran mendalam terkait Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Acara tersebut berlangsung di MTS. Nurul Huda Babadan Kecamatan Ngajum, Kamis 28/08/2025.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Pengawas Madrasah Kemenag Kabupaten Malang, Yuli Nur Rochmawati M.Pd.

Sedangkan narsum diklat kali ini dipaparkan oleh Nanang Hari Setiyono M.Pd selaku Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

Diklat yang berlangsung selama 1 hari ini, diikuti oleh unsur pendidik dari Guru RA, MI, MTs, MA Nurul Huda.

Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk menyiapkan para pendidik yang akan menjadi motor penggerak implementasi KBC di berbagai satuan pendidikan, khususnya di Yayasan Izzul Islam Nurul Huda Malang.

Baca Juga:  MA Nurul Huda Ngajum Gelar FGD Parenting, Demi Tingkatkan Kualitas Pendidikan Berbasis Keluarga

KBC lahir dari gagasan Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk menghadirkan pendidikan yang lebih substantif, bukan sekadar rutinitas belajar mengajar. Sedangkan kurikulum ini telah resmi diluncurkan pada Juli 2025

KBC hadir bukan sekadar dokumen atau tambahan kurikulum, melainkan cara pandang baru, pola pikir baru, dan perilaku baru dalam membangun ekosistem pembelajaran.

Intinya adalah cinta, yang kemudian dirumuskan dalam Panca Cinta:

Cinta kepada Tuhan, Cinta kepada ilmu pengetahuan, Cinta kepada sesama manusia, Cinta kepada alam, Cinta kepada Tanah Air. Lebih lanjut, ia menyebut KBC sebagai jawaban atas tantangan zaman.

“Hari ini kita sering melihat adanya degradasi moral disemua segment, ketika perilaku dan tanggung jawab moral dipisahkan. KBC hadir untuk menyatukan kembali, agar setiap tindakan manusia selalu dituntun oleh tanggung jawab moral,” ujar M.Rosid M.Pd selaku Kepala Sekolah MTS Nurul Huda.

Baca Juga:  Kampus UM ditegur BPK Soal Pengelolaan Aset, Empat Sekolah SMAN 8, SMPN 4, SDN Sumbersari 3 dan SDN Percobaan Harus Pindah Lokasi

“KBC juga menekankan pentingnya guru sebagai teladan yang menanamkan nilai melalui pembelajaran penuh empati dan kepedulian. Untuk memperkuat hal itu, Kemenag mendorong budaya 7S: Sapa, Santun, Sopan, Salam, Senyum, Semangat, dan Sportif agar menjadi bagian dari keseharian pendidikan,” tuturnya.

Mohamad Rosid M.Pd. melakukan langkah gerak cepat dan menyatakan bahwa KBC tidak hadir sebagai sekumpulan mata pelajaran, tetapi untuk mewarnai semua mata pelajaran dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kasih sayang.

“Cinta adalah kurikulum terbaik dari langit. Pendidikan seharusnya membawa manusia semakin mencintai Tuhan, dirinya, sesama, ilmu, alam, dan tanah air,” ujar Rosid.

“Dengan dibukanya dklat ini, meneguhkan bahwa KBC bukan hanya kurikulum, melainkan gerakan pendidikan dengan hati. Melalui pelatihan ini,” imbuhnya.

Baca Juga:  Marak Demo, Pelajar di Kota Malang Diliburkan Sehari oleh Disdikbud

Rosid berharap ekosistem pendidikan Indonesia mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, penuh cinta kasih, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama, lingkungan, dan bangsa, khususnya di lingkungan lembaga MTS Nurul Huda. (Ghufron).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta