
Dalam menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2025, terdapat seorang santri yang sudah mendunia.
Selama ini banyak orang yang masih memandang santri hanya urusan ngaji dan belajar agama.
Akan tetapi hal itu tidak berlaku bagi seorang santri yang bernama Dr. KH. Avin Nadhir.
Dr. KH. Avin Nadhir adalah Founder dari Desa Inggris Singosari yang berada di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Banyak negara yang sudah beliau jadikan sebagai tempat untuk belajar.
Mulai dari Amerika, Jepang, Australia, India, Turki, dan semua negara yang ada di Asia Tenggara.
Hal ini karena beliau sangat aktif di organisasi Internasional. Tepatnya di organisasi kepemudaan.
Dr. KH. Avin Nadhir aktif di Junior Chamber International (JCI) dan saat ini beliau menjabat sebagai National President Friendship Force International untuk Indonesia.
Dr. KH. Avin Nadhir juga pernah mendapatkan penghargaan tertinggi di JCI yaitu Ten Outstanding Young Person (TOYP) yaitu perhargaan untuk 10 pemuda terbaik.
Dalam aktifitasnya sehari-hari, Dr. KH. Avin Nadhir adalah Pengasuh Pondok Pesantren Al Khotibah yang berada di Singosari dan juga sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Al Aziziyyah Putri di Denanyar, Jombang.
Semangat santrinya terus beliau jaga walaupun berada di negeri orang.

Hal ini terlihat dari gaya berpakaian beliau. Walaupun berada di negeri orang, Dr. KH. Avin Nadhir selalu memakai Sarung dan kopyah hitam sebagai simbol dari seorang santri.
“Santri itu harus luar biasa, karena kita membawa nama Islam dalam diri kita. Jadi kita harus tunjukkan bahwa santri punya sikap dan adab yang cukup tinggi. Untuk itu santri harus siap mendunia,” ujar Gus Avin.
Gus Avin menyampaikan untuk bisa bersaing dalam dunia kedepan ada 3 hal yang perlu disiapkan oleh seorang santri yang beliau sebut dengan 3M yaitu, Melek Agama, Melek Bahasa dan Melek Teknologi.
Jika 3 hal ini dikuasai oleh seorang santri, maka dia sudah siap menembus dunia. (red/Gus)


















