
MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Jelang pelaksanaan Konfercab dan Konferda PDIP, DPC PDIP Kota Malang Forum Diskusi Pemantapan dan Penguatan Konsolidasi Internal Diperluas yang berlangsung di Lodji Coffee Lantai 1, Hotel Pelangi, Kota Malang, Minggu siang (09/11/2025).
Dalam forum diskusi itu mengangkat tema “Mempertajam Arah dan Target Kerja Pemenangan Elektoral dengan Peningkatan Tata Kelola Organisasi dalam Menyusun Kebijakan serta Pelaksanaan Fungsi Pembinaan dan Pengembangan Organisasi Partai”.
Acara ini diikuti dari unsur kepengurusan DPC, PAC, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang dan organ sayap partai PDIP.
Sedangkan di forum diskusi ini menghadirkan tiga pemateri ahli yang memberikan pendalaman pada isu-isu strategis partai.
(Materi 1) : “Penguatan Konsolidasi untuk Penajaman dalam Penyusunan Sikap Politik Partai Pasca Konggres VI” dengan narasumber Dr.Agung Suprojo, S.Kom, MAP.
(Materi 2) : “Mempertajam Arah dan Target Kerja Pemenangan Elektoral Untuk Strategi Pemenangan PEMILU 2029” yakni Robitoh Alam Islami
(Materi 3) : ”Meningkatkan Tata Kelola Organisasi Kepartaian dengan Menyusun Kebijakan Serta Melaksanakan Pembinaan dan Pengembangan Organisasi Partai” dengan narasumber Bambang Juwono, SH., M.Hum.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, I Made Riandana Kartika, S.E., M.M mengungkapkan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP menjelang Rapat Kerja (Raker) Konferda dan Konfercab.
“Seluruh DPD dan DPC se-Indonesia wajib memberikan masukan untuk langkah elektoral partai lima tahun ke depan. Jadi forum diskusi ini perlunya mendapatkan masukan dari pihak-pihak kompeten, baik dari akademisi, praktisi, maupun konsultan pemilu yang selama ini sudah berkecimpung dengan kami,” ujar Made disela-sela acara.
Tak hanya itu, kata Made, momen ini sekaligus sebagai ajang konsolidasi untuk membuktikan bahwa kepartaian harus ditata dengan perencanaan yang matang. Bukan sebaliknya bersifat spontanitas.
Untuk itulah, lewat forum diskusi ini harapannya ada masukan dari banyak pihak agar menjadi pijakan DPC PDIP Kota Mang dalam menyusun rencana pemenangan lima tahun ke depan.
Dalam kesempatan itu, Made juga menyoroti pentingnya penataan organisasi dan strategi untuk Pemilu 2029.
Mengingat di pelaksanaan pemilu 2024, kental dengan transaksional dan pragmatis.
Belum lagi, problem internal partai yang lazim terjadi ketika pelaksanaan pileg.
“Identifikasi masalahnya banyak yang gontok-gontokan antar sesama caleg PDI Perjuangan saat perhelatan Pileg. Untuk mengatasi ini, partai akan menerapkan strategi pembagian wilayah dan klaster yang ketat,” tutur Made.

Untuk itu, lanjut Made, perlu adanya strategi berbagi wilayah dalam menggarap basis konstituen.
Seperti pangsa pasar kelompok agamis siapa yang menggarap, kelompok pemuda siapa yang menggarap, kelompok milenial siapa yang menggarap, dan kelompok ibu-ibu siapa yang menggarap.
“Sehingga penentuan caleg betul-betul nanti akan kita tentukan sesuai dengan klaster penguasaan wilayah,” beber Made.
Namun demikian, Made memiliki optimisme tinggi, Pemilu 2029, DPC PDIP Kota Malang harapannya bisa mengembalikan target perolehan kursi 11.
“Syukur kalau bisa nambah,” katanya.
Made mengakui bahwa perjuangan partai berada di jalur idealisme, bukan kapitalis, sehingga seringkali menghadapi masalah finansial tiap kali pemilu.
Tingginya biaya politik yang mahal, yang kecenderungannya berujung pada potensi korupsi ketika berkuasa.
“Sampai kapan kita mempertahankan sistem pemilu yang pragmatis kalau terus seperti ini akan begini hasilnya. Korupsi di mana-mana karena apa biaya Pemilu sangat mahal. Jadi yang harus diubah apa? Sistemnya. Sistem pemilu tertutup dan sistem Pilkada tertutup,” pungkas Made. (Red/gus)


















