IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Rayakan Nataru, BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem

  • Bagikan
banner 468x60

JAKARTA | TAGAR INDONESIA.COM – Masyarakat yang hendak merayakan libur Nataru (Natal dan Tahun Baru 2026) patut waspada.

Sebab MKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem selama periode Nataru 2026.

Ini seiring aktifnya sejumlah fenomena atmosfer yang dapat memicu hujan lebat dan angin kencang.

Hal ini mengakibatkan rawannya bagi pengendara di jalan.

Kondisi ini BMKG memperkuat sistem peringatan dini dan koordinasi lintas sektor transportasi.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan periode Nataru tahun ini bertepatan dengan aktifnya sejumlah fenomena atmosfer secara bersamaan.

Monsun Asia, Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, hingga pengaruh La Nina Lemah dan Indian Ocean Dipole (IOD) Negatif.

Berdasarkan data ini diperkirakan meningkatkan risiko hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi di berbagai wilayah Indonesia.

“Curah hujan dengan intensitas tinggi hingga sangat tinggi, mencapai 300–500 mm per bulan. Berpotensi terjadi di Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian Sulawesi Selatan, Papua Selatan dan Kalimantan yang tengah berada pada puncak musim hujan,” ujar Faisal, mengutip website resmi BMKG, Selasa (23/12/2025).

Baca Juga:  Tak Sesuai Ekspektasi, Pemerintah RI Tarik Kembali 75 Triliun di Simpanan Perbankan

Tak hanya itu, BMKG juga memantau Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia.

Meskipun pergerakannya menjauhi wilayah Indonesia, bibit tersebut berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu dekat.

Kondisi ini juga bisa menimbulkan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca nasional.

Guswanto selaku Deputi Bidang Meteorologi BMKG menambahkan pihaknya juga menyiapkan dukungan informasi cuaca komprehensif bagi sektor transportasi darat, laut dan udara.

Sehingga layanan terintegrasi dan siap digunakan oleh para pemangku kepentingan.

Yakni Digital Weather for Traffic (DWT), Indonesia Weather Information for Shipping (INAWIS) dan System of Interactive Aviation Meteorology (INA-SIAM).

“Melalui INA-SIAM, prakiraan dan peringatan dini penerbangan, termasuk potensi hujan lebat, badai petir hingga siklon tropis. Informasi ini memungkinkan pilot mengambil langkah mitigasi. Seperti melakukan manuver penghindaran atau memilih bandara alternatif,” bebernya.

Baca Juga:  Banjir di Kota Malang Kian Mengkhawatirkan di 39 Titik, Ketinggian Air Capai 160 CM Rendam Puluhan Rumah Warga

Sementara itu, layanan INAWIS dilengkapi dengan safety score yang telah terhubung dengan Kementerian Perhubungan. Operator pelayaran perlu meningkatkan kewaspadaan jika safety score berada di bawah angka 50.

Hal itu menunjukkan kondisi gelombang dan angin berbahaya.

Sebagai langkah konkret pengurangan risiko bencana hidrometeorologi, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah rawan.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto menyampaikan, OMC telah dilaksanakan di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Lampung, Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Di Jawa Timur, sejak 5 Desember telah dilakukan 32 sorti penerbangan yang mampu menurunkan curah hujan hingga 26,01 persen. Sementara di Lampung, 14 sorti sejak 15 Desember berhasil mengurangi curah hujan sebesar 33,06 persen,” paparnya.

Baca Juga:  Waspada, BMKG Perkirakan Cuaca Ekstrem Sampai 6 Februari 2025

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan komitmennya pemerintah Prabowo Subianto dalam menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama arus Nataru.

Pemerintah menginstruksikan, integrasi data cuaca BMKG secara real-time ke seluruh moda transportasi.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Apalagi pergerakan penumpang ke wilayah Indonesia Tengah dan Timur diprediksi mencapai hampir 80 persen,” ucap Ketum DPP Demokrat ini.

AHY juga menyampaikan, apresiasi atas peran strategis BMKG dalam menyediakan informasi cuaca akurat dan tepercaya.
“Sejalan arahan Presiden agar seluruh pihak meningkatkan mitigasi dan kewaspadaan cuaca ekstrem akhir tahun,” pungkasnya. (red/gus)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta