
MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Ir Andreas Eddy Susetyo MM memberikan perhatian khusus terhadap pelaku UMKM dari kalangan disabilitas di Malang Raya.
Hal ini dibuktikan dalam reses di Hotel Mirabel Kepanjen, Andreas yang juga anggota Komisi XI DPR RI ini mengumpulkan ratusan penyandang disabilitas yang memiliki UMKM baik skala kecil maupun ultra mikro untuk mengikuti sosialisasi terkait Fungsi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jumat sore (7/8/2026).
Andreas mengatakan sosialisasi fungsi LPS ini merupakan hal yang penting khususnya bagi para pelaku UMKM dari kalangan disabilitas. Sebab di era digital sekarang ini banyak sekali problem Keuangan terkait dengan simpanan di perbankan. Seperti tabungan, giro, dan deposito.
“Di era digital sekarang ini seringkali kita mendengar ada praktek kejahatan digital seperti saldo tabungan mendadak lenyap atau bekurang,” ujar Andreas.
Dalam istilah perbankan, kata Andreas, ada namanya Skimming. Yakni pencurian data kartu ATM atau kartu kredit dengan memasang alat pembaca ilegal (skimmer) di mesin ATM untuk menguras saldo korban.
Kemudian ada Phishing yakni Penipuan di mana korban terjebak mengklik tautan palsu atau memberikan data pribadi (seperti PIN, password, atau kode OTP) kepada pelaku yang menyamar pihak resmi.
Andreas menekankan pentingnya para pelaku UMKM dari kalangan disabilitas untuk menjaga data pribadi di perbankan. Sebab terjadinya kejahatan digital celahnya kebanyakan dari bobolnya data pribadi.
“Nah semoga dengan adanya sosialisasi ini mereka pelaku UMKM dari kalangan disabilitas bisa lebih hati-hati untuk ikut menjaga tabungan mereka di bank,” tutur Andreas yang juga politisi PDIP ini.
Sementara itu, Yusuf salah satu pelaku UMKM dengan jenis usaha jamu kunir asem asal Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang mengakui mendapatkan sosialisasi soal LPS baru pertama kali.
“Kami bersyukur ada perhatian dari pak Andreas soal sosialisasi seputar LPS. Ini tentu menambah wawasan kami untuk berhati-hati soal menjaga tabunan di bank. Kebetulan tadi banyak testimoni yang menceritakan soal saldo hilang di rekening bank. Semoga tidak menimpa kepada kami,” beber Yusuf.
Yusuf berharap kegiatan ini seringkali bisa digelar. Sebab sosialisasi LPS tentunya tidak bisa instan dalam satu hari.
“Ini pertama kali saya mengikuti pelatihan seperti ini. Semoga kedepan bisa ditambab lagi pengetahuannya,” tandas dia. (Red/gus)


















