IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Sapa Petani Kopi di Desa Balesari, Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo Diwaduli Pengajuan Jalan Usaha Tani (JUT) Sepanjang 1,5 Kilometer

  • Bagikan
banner 468x60

MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo (AES) menyapa kelompok tani (poktan) kopi di Desa Balesari Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang dalam resesnya Sabtu (8/8/2026).

Tak hanya menyapa, Andreas yang didampingi timnya juga menyempatkan petik kopi arabika yang kini dibudidayakan oleh delapan poktan di Desa Balesari.

Selanjutnya Andreas yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI menggelar serap aspirasi dengan sekitar 100 petani kopikopi lewat acara petik kopi dan syukuran panen di Desa Balesari.

Dalam kesempatan itu, petani kopi Balesari mengeluhkan belum maksimalnya akses jalan menuju kawasan kebun kopi.

Penyebabnya masih ada jalan 1.5 kilometer masih berupa jalan tanah. Akibatnya ketika musim hujan becek dan tidak bisa dilalui. Padahal jalan tersebut merupakan akses utama sebagai jalan untuk mengirim hasil panen maupun untuk jalan mengirim pupuk.
“Lewat pertemuan ini, kami berharap pak Andreas bisa memfasilitasi pembangunan jalan usaha tani (JUT) sepanjang 1.5 Kilometer,” ujar Warito salah satu Ketua poktan Desa Balesari saat menyampaikan keluhannya dihadapan AES.

Baca Juga:  Pedagang Pasar Turen Mengeluh Lantaran Lapak Meluber Bikin Omzet Anjlok, DPC PROJO Malang Turun Kawal Aspirasi

Mendengar keluhan itu, Andreas mengaku siap memperjuangkan pembangunan JUT bagi Poktan Kopi di Desa Balesari. Apalagi sebenarnya pengajuan JUT di Desa Balesari sebenarnya sudah masuk dalam tahap pengajuan.
“Permohonan program JUT ini memang banyak sekali. Tapi kalau sudah masuk tahap usulan ada peluang besar bisa direalisasikan,” kata politisi PDIP ini.

Tak hanya permohonan JUT, petani Balesari juga meminta adanya pelatihan untuk peningkatan kualitas mutu kopi arabika yang ada di Desa Balesari. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan pendapatan petani. Akan tetapi dalam prakteknya membutuhkan semacam green House sebagai tempat penjemuran.
“Pelatihan peningkatan mutu kopi memang dibutuhkan. Kedepan perlu ada sinergi untuk mewujudkan hal itu,” pungkas Andreas. (Red/gus)

Baca Juga:  Ramadhan 1446 H/2025, Warga IKS PI Kera Sakti Malang Raya Gelar Baksos dengan Berbagi Takjil

 

Penulis: Agus PrasetyoEditor: Agus Prasetyo
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta