
PAMEKASAN | TAGAR INDONESIA.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pamekasan membekuk buron kasus penipuan investasi bodong senilai Rp 7,8 miliar.
Ini tak terlepas dengan komitmen dan kegigihan penyidik Polres Pamekasan dibawah kepemimpinan Kasatreskrim yang baru, AKP Yoyok Hardianto.
Apresiasi itu disampaikan langsung oleh Anggota DPRD Pamekasan, Moh Faridi, di sela-sela kegiatan audiensi bersama para korban penipuan di Gedung DPRD Pamekasan, Selasa (11/8/2026).
“Kami sangat mengapresiasi kinerja cepat dan tegas Kasatreskrim Polres Pamekasan yang baru, AKP Yoyok Hardianto. Beliau bersama timnya membuktikan dedikasi tinggi dengan mengamankan tersangka yang telah menjadi DPO selama 6 tahun,” ujar Faridi.
Sebelumnya, jajaran Satreskrim Polres Pamekasan bergerak cepat meringkus tersangka berinisial MLA (Mohammad Lukman Anizar) pada Minggu (26/7/2026). Mantan pegawai bank tersebut telah melarikan diri dan ditetapkan sebagai DPO sejak 4 Desember 2020.
Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama, menegaskan bahwa penangkapan ini merupakan bukti nyata dari komitmen, responsivitas, dan profesionalisme kepolisian dalam menghadirkan keadilan serta melayani laporan masyarakat secara tuntas.
“Tersangka saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penyidik. Langkah ini adalah wujud komitmen Polres Pamekasan untuk mengusut tuntas perkara yang merugikan 17 orang korban tersebut,” tegas Ipda Yoni.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis, termasuk Pasal 378 atau Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan, serta Pasal 49 ayat (1) UU Perbankan.
Keberhasilan penangkapan ini disambut positif oleh masyarakat dan kalangan dewan sebagai bukti nyata pengayoman hukum yang responsif dan berintegritas di wilayah hukum Polres Pamekasan. (Red/gus)












