Bupati Malang Sanusi Komitmen Percepat Pemulihan Pasca Kebakaran Karthutla Bromo

  • Bagikan
banner 468x60

MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Pasca kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kawasan Bromo berhasil dipadamkan Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., meninjau langsung kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sabtu (15/8/2026).

Seperti diketahui kebakaran hutan yang melanda kawasan Bromo sejak awal Agustus 2026 lalu.

Dalam kesempatan itu, Sanusi didampingi Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi, S.Sos., Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar, M.Si., Kepala Balai Besar TNBTS, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Peninjauan itu difokuskan pada evaluasi operasi pemadaman lanjutan, pendinginan (mop up), serta upaya pemulihan ekosistem di kawasan yang terdampak kebakaran.

Hingga saat ini, luas area yang terdampak di kawasan TNBTS diperkirakan mencapai sekitar 899 hektare.

Baca Juga:  Tebar Manfaat, Kodim 0826 Pamekasan Gelar Operasi Katarak

Sedangkan jumlah total lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan ulang dan diperkirakan mencapai sekitar 1.120,3 hektare.

Berdasarkan data lapangan, titik api pertama terpantau pada 3 Agustus 2026 di kawasan kaldera Gunung Bromo, tepatnya di Bukit Jantur/Bantengan, wilayah administratif Kabupaten Probolinggo.

Api kemudian merambat cepat akibat embusan angin dan memasuki wilayah Kabupaten Malang pada 5 Agustus 2026.

Vegetasi yang terdampak meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar.

Di wilayah Kabupaten Malang sendiri, luas kawasan yang terdampak diperkirakan sekitar 30 hektare.

Sanusi menjelaskan kondisi di wilayah Kabupaten Malang mulai terkendali.

Titik api di jalur Bromo via Jemplang telah padam, demikian pula titik-titik api di kawasan Seruni, Bukit Kingkong, Bukit Cinta, dan Pakis Bincil.

Baca Juga:  Bicara Kota Metropolitan, Ketua KADIN Kota Malang Joko Prihatin Menekankan Pentingnya Peran Media Wujudkan City Branding

Saat ini di lokasi hanya menyisakan asap tipis.
Namun demikian pemantauan tetap dilakukan secara intensif.

Sanusi berharap apabila kondisi sudah benar-benar dinyatakan aman, Balai Besar TNBTS akan segera membuka kembali kawasan Bromo. Sehingga roda ekonomi di sekitar Bromo kembali bergerak.

“Kami juga mengimbau kepada semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” kata politisi PDIP ini.

Meski sudah bisa dikendalikan, akses seluruh pintu masuk kawasan wisata Bromo masih ditutup untuk kunjungan wisata.

Penutupan diberlakukan di pintu masuk Cemorolawang (Kabupaten Probolinggo), Wonokitri (Kabupaten Pasuruan), Pos Jemplang dan Coban Trisula (Kabupaten Malang), serta Senduro (Kabupaten Lumajang).

Dikesempatan itu, Sanusi juga menyerahkan bantuan paket sembako dari Baznas Kabupaten Malang kepada petugas dan relawan yang terlibat dalam penanganan darurat kebakaran hutan di kawasan Watu Gede, Padang Savana, Gunung Bromo.

Baca Juga:  Pekan Islami PT ACA ke XVIII Hari Ketujuh, Anggota DPRD Ahmad Andi Do'akan Iwan Kurniawan Istiqomah Jadi Inspirasi Kemaslahatan Umat

Sanusi mengajak masyarakat dan wisatawan untuk ikut berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan, terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Pencegahan kebakaran hutan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah dan petugas lapangan, akan tetapi juga membutuhkan kepedulian serta partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Sanui menegaskan Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen memperkuat kesiapsiagaan dan sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kolaborasi antara pemerintah, aparat, petugas lapangan, dunia usaha, dan masyarakat diharapkanmampu meminimalkan risiko bencana sekaligus mempercepat pemulihan ekosistem di kawasan TNBTS,” pungkasnya. (Red/gus)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta