Hadiri Senandung Doa bagi Bangsa dan Negara di Keuskupan Malang, Andreas Eddy Susetyo Ajak Masyarakat Peduli Terhadap Korban Gempa Bumi di NTT

  • Bagikan
banner 468x60

MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Ir Andreas Eddy Susetyo MM mengajak semua orang untuk peduli terhadap musibah gempa bumi berkekuatan 7,7 Magnitudo yang menimpa warga Nusa Tenggara Timur.

Hal itu diungkapkan Andreas saat menghadiri Senandung Doa bagi Bangsa dan Negara, sekaligus menyambut peringatan ke-81 Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di SMAK Santo Yusuf Kota Malang.

“Pada kesempatan yang penuh doa ini, marilah kita juga secara khusus mengingat dan mendoakan saudara-saudari kita di Nusa Tenggara Timur yang hari ini mengalami musibah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7,” ujar Andreas dalam sambutannya.

“Mari kita panjatkan doa agar Tuhan memberikan kekuatan, perlindungan, dan ketabahan kepada seluruh masyarakat yang terdampak. Kita doakan mereka yang kehilangan keluarga dan tempat tinggal, mereka yang sedang mengalami luka dan kesulitan, serta seluruh petugas dan relawan yang sedang bekerja membantu proses penanganan dan pemulihan,” imbuh politisi PDIP ini.

Baca Juga:  Kota Malang Banjir, Ketua BAKN Andreas ES Ingatkan Pemda Malang Raya Amanah Jalankan UU Pertanian Berkelanjutan dengan Menjaga Lahan Hijau

Andreas berharap musibah yang menimpa warga NTT semakin menguatkan kesadaran kita bahwa Indonesia adalah satu keluarga besar.
“Ketika saudara kita di NTT mengalami kesusahan, maka kita semua ikut merasakan dan hadir dalam kepedulian,” tuturnya.

Andreas yang juga anggota DPR RI Komisi XI menegaskan bahwa Bangsa Indonesia menghadapi berbagai persoalan nyata.

Mulai sulitnya mendapatkan pekerjaan yang layak, tekanan terhadap daya beli masih dirasakan banyak keluarga.

Belum lagi, persoalan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan pun masih melukai rasa keadilan.

Kondisi itu terjadi ditengah kehidupan bersama yang kerap diuji oleh perbedaan kepentingan, prasangka, dan semakin mudahnya masyarakat terpecah.

“Dalam keadaan seperti inilah saya sungguh mengapresiasi BPK PKK Keuskupan Malang yang mengajak kita berhimpun dalam Senandung Doa bagi Bangsa dan Negara. Sebab doa bagi bangsa bukan berarti menutup mata terhadap persoalan yang ada. Doa justru harus mempertajam hati nurani kita: agar mereka yang diberi kekuasaan berani berlaku adil, mereka yang memiliki kemampuan bersedia melayani, dan kita semua tidak kehilangan kepedulian terhadap mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan membutuhkan perhatian kita,” pungkasnya. (Red/gus)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta