
MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Momentum perayaan Idul Adha 1447 H menjadi ajang berbagi bagi anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ir. Andreas Eddy Susetyo, M.M.
Ini terlihat Rabu (27/5/2026), Andreas Eddy Susetyo yang juga menjabat sebagai Ketua BAKN (Badan Akuntabilitas Keuangan Negara) DPR RI menyalurkan sebanyak 30 ekor sapi dan 30 ekor kambing.
Bantuan hewan kurban ini bagikan di beberapa titik di wilayah dapil Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu).
Diantaranya di DPC PDIP Kabupaten MalangMalang di Kepanjen, MIN 2 Sumawe, serta di daerah Bululawang dan Desa Ringin Asri di Kecamatan Sumawe.

Bantuan hewan kurban tahun ini bertambah jika dibandingkan tahun 2025 lalu. Karena pada tahun itu Andreas menyalurkan sebanyak 13 ekor sapi dan 9 ekor kambing.
Andreas Eddy Susetyo mengatakan momentum berbagi hewan kurban di Idul Adha 1447 H sebagai wujud kepedulian sosial kepada masyarakat.
Karena ditengah kesulitan ekonomi, tentunya tak banyak orang, khususnya kalangan wong cilik yang belum tentu bisa merasakan makan daging lantaran harga daging juga mahal.
“Disinilah keberadaan partai juga harus hadir di momen Idul Adha untuk berbagi kepada sesama,” ujar Andreas saat ditemui di kantor DPC PDIP Kabupaten Malang.
Andreas mengungkapkan sejatinya berbagi hewan kurban di momen Idul Adha merupakan bagian dari refleksi partai atas nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan. Artinya bukan seremonial agama semata yang bersifat tahunan.

Dimana PDIP selalu menempatkan rakyat sebagai pusat dari setiap gerakan sosial dan politik. Sehingga PDIP selalu mengedepankan keberpihakan kepada masyarakat kecil.
“Jadi momen ini tak lain panggilan untuk kembali meneguhkan semangat pengorbanan dan keberpihakan kepada wong cilik yang diajarkan Bung Karno,” tutur politisi PDIP ini.
Disisi lain, kata Andreas momen ini juga menjadi ajang semangat kolektif dalam gotong royong dengan berbagi kepada sesama dalam aksi kerja-kerja sosial yang nyata untuk masyarakat.

Tak hanya itu, Andreas juga menyinggung pentingnya konsistensi dalam kerja-kerja sosial.
Dengan demikian, keberpihakan partai kepada masyarakat sejatinya tidak hanya hadir saat menjelang pemilu. Akan tetapi di setiap saat partai harus bisa membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Kami akan selalu hadir di momen-momen penting rakyat. Konteksnya bukan pencitraan, tapi untuk menjalankan tanggung jawab,” pungkasnya. (Red/gus)


















