IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Sidak ke SPBU di Malang, Menteri ESDM Bahlil Siap Tindak Tegas Jika ada Pengusaha SPBU Nakal

  • Bagikan
banner 468x60

MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Munculnya kasus pencampuran air dengan bahan bakar pertalite yang membuat kendaraan brebet membuat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turun tangan.

Bahkan Menteri yang juga ketua umum Golkar ini terjun langsung meninjau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 26 di Jalan Raya Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Rabu (29/10/2025).

Dalam kunjungannya ke Malang, Menteri Bahlil didampingi Direktur Pertamina Mars Ega Legowo Putra serta tim dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas).

komitmen Kementerian ESDM dalam menjaga kualitas distribusi BBM nasional sekaligus memastikan kepercayaan publik terhadap Pertamina tetap terjaga

Bahlil mengatakan pemeriksaan awal menunjukkan hasil yang cukup baik.

Baca Juga:  Kejagung Bongkar Korupsi di Pertamina, Tetapkan Tujuh Tersangka yang Rugikan Negara 193,7 Triliun

“Selamat malam, hari ini saya berada di Malang, Jawa Timur. Saya bersama dengan tim dari Pertamina dan Dirjen Migas untuk memastikan langsung kualitas BBM di lapangan,” ujar Bahlil Lahadalia kepada awak media.

“Kami baru selesai mengecek di pompa bensin di sini, di SPBU 26 Malang, dan kualitas minyaknya sesuai standar dan baik,” imbuhnya.

Selain di Malang, pemerintah juga menurunkan tim investigasi ke sejumlah wilayah lain di Jawa Timur.

Diantaranya Surabaya, Gresik dan Lamongan, yang sebelumnya dilaporkan mengalami masalah.

Untuk beberapa SPBU yang dicurigai ada campuran air, tim ESDM dan pertamina juga sudah turun ke lapangan.

“Besok kami akan rapatkan hasil lengkapnya pukul 13.00 siang,” tutur Bahlil.

Baca Juga:  Tak Sesuai Ekspektasi, Pemerintah RI Tarik Kembali 75 Triliun di Simpanan Perbankan

Bahlil menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelanggaran yang dilakukan SPBU karena merugikan masyarakat.

“Saya menganggap kalau itu benar ada kejadian dan itu dilakukan oleh Pertamina, pemerintah tidak segan-segan memberikan sanksi tegas kepada Pertamina,” tegasnya.

Bahlil mengungkapkan pihaknya akan melakukan evaluasi terus dilakukan secara menyeluruh.
“Iuntuk memberikan jaminan kualitas BBM yang aman dan sesuai standar nasional,” pungkasnya. (Gus)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta