
MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Satu spot wisata yang dikelola Desa kembali hadir di wilayah Kabupaten Malang.
Bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, lokasi wisata Kampoeng Banyu yang berada di Lowoksuruh, Belakang Wendit, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang resmi dibuka untuk umum.
Dalam launching itu dikemas dengan tanam pohon dan tebar benih ikan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Malang sebanyak 3 ribu ekor Nila.

Hadir dalam kesempatan itu, Kadis LH Kabupaten Malang, Ketua KHYI Malang dan Ketua GANN Malang Raya KRA Dwi Indrotito Cahyono SH, MM dan Ketua Srikandi PP Kota Malang Kiky Titik Sundari.
Sedangkan di area wisata ini, sementara yang disiapkan oleh pokdarwis Kampoeng Banyu berupa wisata naik perahu dan lokasi spot mancing.
“Alhamdulillah hari ini kita sudah memulai untuk membuka wisata Kampoeng Banyu,” ujar Kepala Desa Mangliawan M.Jai dalam keterangannya kepada awak media.
Untuk saat ini, karena masih dalam persiapan, kata Jai, pokdarwis yang mengelola wisata ini baru menyiapkan wahana perahu.
“Jadi wisatawan yang hadir disini bisa keliling menyusuri sungai dengan panjang sekitar satu kilometer dengan membayar 5 ribu rupiah untuk satu kali keliling,” beber Kades yang akrab dipanggil Jai ini.

Kedepan, lanjut Jai, ada beberapa gagasan untuk melengkapi fasilitas lainnya seperti konsep warung apung dan panggung apung yang berada di tengah sungai.
Dengan fasilitas ini harapannya nanti bisa semakin memanjakan wisatawan yang datang ke Kampoeng Banyu.
Sementara itu, Kra Dwi Indrotito Cahyono SH, MM mendorong keberadaan bantaran Sungai Wendit untuk dikembangkan sebagai spot wisata alam unggulan di Kabupaten Malang.
Sebab potensi potensi panjangnya hantaran Sungai Wendit yang sangat cocok untuk wisata air dan sebagai spot mancing.
Tak hanya itu, di lokasi ini juga cocok dibangun wisata kuliner dan konsep warung atau cafe apung.
Terlebih di lokasi Bantaran Sungai Wendit pokdarwis Kampoeng Banyu juga sudah menyiapkan lima unit perahu yang bisa digunakan untuk wisata sisir Sungai dengan hanya membayar 5 Rp 5 ribu/orang.
“Ini potensi yang luar biasa. Karena lokasinya juga dekat dengan Kota Malang. Kami yakin jika dikembangkan tidak akan kalah dengan wisata air yang ada di Kabupaten MalanMalang lainnya. Seperti wisata Andeman Bon Pring atau Sumber Maron,” ucap Sam Tito yang juga menjabat sebagai ketua DPC Demokrat Kabupaten Malang ini.

Untuk itu, lanjut Sam Tito untuk mengembangkan wisata Sungai Wendit harus ada kolaborasi lintas intansi. Mulai dari Jasa Tirta, Pemkab Malang, Perumda Tugu Tirta dan Perumda Tirta Kanjuruhan.
Sebab lintas instansi ini sangat memiliki kepentingan akan eksistensi keberadaan Sumber mata Air Wendit.
“Tentu instansi-instansi harus care dan peduli untuk ikut serta mengembangkan potensi ini,” Pungkas Sam Tito. (Red/gus)


















