IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo : Imbas Perang Iran vs Israel-Amerika Bisa Memicu Kenaikan Subsidi BBM

  • Bagikan
banner 468x60

MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Anggota Komisi XI DPR RI yang sekaligus Ketua BAKN (Badan Akuntabilitas Keuangan Negara) DPR RI Ir. Andreas Eddy Susetyo MM angkat bicara soal konflik perang di timur Tengah antara Iran versus Israel-Amerika Serikat.

Andreas memastikan bahwa perang yang terjadi di Timur Tengah memiliki dampak terhadap ekonomi Indonesia. Khususnya soal impor minyak. Mengingat Indonesia masih menjadi pengimpor minyak terbesar dari luar negeri.
“Indonesia impor terbesar minyak dari Timur Tengah. Jelas, perang yang terjadi di Iran akan berdampak terhadap pasokan BBM di Tanah Air,” ujar Andreas Eddy Susetyo seusai sidak di Pasar Tawangmangu, Kota Malang Selasa (3/3/2026).

Akibat perang, kata Andreas, membuat harga minyak mengalami kenaikan. Hal ini tentunya berakibat pada besarnya biaya subsidi yang dikeluarkan pemerintah.
“Jelas jika harga impor per barel naik ya tentu subsidi yang dikeluarkan pemerintah juga akan membengkak,” kata politisi PDIP ini.

Baca Juga:  Momen Natal, Ketua BAKN DPR RI Ir Andreas Eddy Susetyo MM Bagikan Sembako Komitmen Perjuangkan Kaum Rentan

Apabila tidak menginginkan adanya penambahan subsidi lanjut Andreas maka pemerintah bisa mengambil opsi menaikkan harga BBM.

Hanya saja, pengambilan kebijakan ini perlu dipertimbangkan secara matang karena bisa berimplikasi luas. Sebab umumnya kenaikan BBM akan berimbas dengan kenaikan harga barang. Sehingga beban ekonomi masyarakat semakin berat.

Namun demikian, kata Andreas hingga saat ini belum ada pembahasan soal kenaikan harga BBM imbas dari perang Iran vs Israel-Amerika.
“Belum ada pembahasan. Mungkin juga masih melihat perkembangan kedepan,” pungkas Andreas. (Red/gus)

 

 

 

 

 

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta