
MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Reses anggota DPR RI Komisi XI Ir Andreas Eddy Susetyo MM juga menggelar serap aspirasi dengan ratusan warga Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu (8/8/2026).
Selain reses, kedatangan Andreas ke Desa Permanu juga sekaligus memonitor realisasi bantuan Jalan Usaha Tani (JUT) yang sudah diberikan pada 2024 lalu.
Dihadapan Andreas, warga atau petani yang mendapatkan bantuan JUT mengaku senang lantaran jalan pertanian kini sudah bisa dilalui dengan leluasa meskipun dalam kondisi hujan. Kondisinya sangat berbeda ketika dulu masih tanah liat sehingga tidak bisa dilewati ketika hujan.
“Sampai sekarang bantuan JUT yang diberikan Pak Andreas tahun 2024 lalu masih berfungsi dengan baik. Alhamdulillah Terima kasih pak Andreas,” ucap warga Desa Permanu.
Disisi lain, kepada Andreas warga Desa Permanu juga menyampaikan keluhan soal susahnya pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dibawah 100 juta lantaran harus menyertakan agunan atau jaminan.
Padahal banyak sekali petani di Desa Permanu membutuhkan suntikan modal untuk memperkuat bisnis mereka.
“Kami mohon arahan Pak Andreas, sejatinya apa benar pengajuan KUR dibawah 100 juta harus pakai jaminan,” ucap Kepala Desa Permanu Edy Suharmaji dalam forum serap aspirasi di aula Desa Permanu Sabtu sore (8/8/2026).
Mendengar keluhan itu, Andreas Eddy Susetyo menegaskan sebenarnya KUR
dengan nilai dibawah 100 juta tanpa agunan atau jaminan.
“Harusnya boleh (KUR) tanpa jaminan. Jaminanya ya kelayakan usahanya,” tegas Andreas.

Andreas mengungkapkan keberadaan KUR memang sangat dibutuhkan untuk modal petani. Dengan demikian, para petani bisa meningkatkan kesejahteraan mereka.
Ini tidak terlepas dengan suku bunga yang hanya 6 persen per tahun.
Melihat fakta ini, kata Andreas, dirinya akan mencoba mengkoordinasikan dengan OJK dan pihak perbankan negara terkait pengajuan KUR. Sehingga harapannya petani di wilayah Malang ini bisa mendapatkan akser permodalan untuk meningkatkan usahanya. (Red/gus)
”


















