Dilanda Krisis Air Bersih akibat Kemarau, 450 Calon Pelanggan Di Desa Gajahrejo, Gedangan Tagih Janji Perumda Tirta Kanjuruhan

  • Bagikan
banner 468x60

MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Janji perluasan layanan air bersih Perumda Tirta Kanjuruhan di wilayah Malang Selatan kembali dipertanyakan.

Sebanyak 450 calon pelanggan di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, hingga kini masih menunggu kepastian pemasangan jaringan perpipaan Perumda Tirta Kanjuruhan.

Terlebih saat ini warga tengah dilanda krisis air akibat musim kemarau.

Kondisi ini menjadi persoalan yang sangat serius karena warga memang urgent membutuhkan air bersih khususnya bagi warga Dusun Krajan.

Disusun itu, ada sekitar 600 warga yang tersebar di RT 3 hingga RT 14 yang sangat terdampak kekurangan air.

Sementara pemasangan jaringan yang sebelumnya diinformasikan berlangsung pada Juni-Juli 2026 hingga sekarang belum juga terealisasi sampai pertengahan Agustus 2026.

Kepala Desa Gajahrejo, Siswoyo mengatakan pihaknya meminta Perumda Tirta Kanjuruhan segera memberikan kepastian sekaligus merealisasikan pemasangan pipa yang telah disosialisasikan kepada masyarakat.

“Kami meminta kepada pihak Perumda Tirta Kanjuruhan agar pemasangan pipa segera dilaksanakan. Kami terus komunikasi. Jawaban terakhir katanya masih dalam proses,” tegas Siswoyo, Rabu (19/8/2026).

Siswoyo mengungkapkan pemerintah desa bersama Perumda Tirta Kanjuruhan sebelumnya telah melakukan sosialisasi dan pendataan calon pelanggan. Dan janji itu yang dipegang oleh masyarakat.

Baca Juga:  Pungli Berkedok Sumbangan di SMAN 1 Sumbermanjing Wetan Disorot, PuSDeK Ingatkan Pentingnya Transparansi

Terlebih sekitar 600 warga yang membutuhkan layanan, sebanyak 450 calon pelanggan telah disetujui.

“Namun, sampai sekarang masyarakat masih sebatas menunggu realisasi itu,” ujar dia.

Akibat kondisi ini, kehidupan warga semakin miris. Karena akibat krisis air warga harus merogoh kocek lebih dalam.

Setiap satu meter kubik air dibanderol sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu.

Air yang dibeli pun hanya diprioritaskan untuk kebutuhan konsumsi.

Sementara kebutuhan mandi dan mencuci pakaian harus dipenuhi dengan mendatangi sungai yang debitnya semakin menyusut akibat kemarau.

“Itu pun hanya cukup untuk dikonsumsi. Sedangkan untuk mandi dan mencuci pakaian, warga harus menuju sungai besar dengan debit air yang semakin surut dan mengecil,” ungkap Siswoyo.

SPAM Kaligoro Dipertanyakan
Lambannya realisasi jaringan di Gajahrejo menjadi sorotan karena Desa Gajahrejo berada di wilayah Kecamatan Gedangan yang masuk kawasan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kaligoro.

Program tersebut ditujukan untuk memperluas pelayanan air bersih di kawasan Malang Selatan. Perumda Tirta Kanjuruhan sebelumnya menyebut pembangunan jaringan utama SPAM Kaligoro telah selesai dan tahapan berikutnya diarahkan pada pengembangan jaringan distribusi menuju masyarakat.

Baca Juga:  Sembilan Pantai yang Wajib Dikunjungi jika Berlibur ke Malang

Namun, bagi warga Gajahrejo, pembangunan jaringan utama belum berarti banyak jika air belum sampai ke rumah mereka.

Terlebih, informasi mengenai rencana pemasangan pipa sebelumnya sudah disampaikan kepada masyarakat. Bahkan pendataan calon pelanggan telah dilakukan.

Siswoyo mengungkapkan, pihak desa sebelumnya mendapat informasi bahwa pemasangan jaringan akan dilakukan pada Juni hingga Juli 2026. Tetapi waktu terus berjalan dan kepastian tersebut belum terealisasi.

“Dari yang pernah dijanjikan, antara Juni sampai Juli 2026 pemasangan pipa akan dilaksanakan. Ternyata sampai pertengahan Agustus belum ada kabar,” ujarnya.

Persoalan anggaran disebut menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan jaringan distribusi SPAM Kaligoro. Anggaran pengembangan jaringan 2026 yang sebelumnya disebut sekitar Rp10 miliar setelah penyesuaian diperkirakan menjadi sekitar Rp4 miliar.

Sementara itu, dalam daftar pengadaan pemasangan jaringan distribusi Kecamatan Gedangan pada 2025, pekerjaan tercatat mencakup Desa Girimulyo, Sindurejo dan Tumpakrejo.

Baca Juga:  Inisiasi Gerakan Hemat BBM, Wawali Kota Blitar Elim Berangkat Kerja Naik Becak Motor Listrik Bantuan Presiden Prabowo

Nama Desa Gajahrejo belum tercantum dalam paket pengadaan tersebut.
Jika Tak Ada Realisasi, Pemdes Siapkan Langkah
Pemdes Gajahrejo tidak ingin persoalan tersebut berlarut-larut. Jika sampai akhir Agustus 2026 pemasangan jaringan belum juga terealisasi, pemerintah desa akan kembali meminta bantuan air bersih kepada BPBD Kabupaten Malang.

Langkah itu terpaksa disiapkan karena kebutuhan warga tidak bisa menunggu proses administrasi tanpa kepastian.

“Kalau sampai akhir Agustus pemasangan pipa itu ternyata belum dilaksanakan, kami akan melayangkan surat permohonan bantuan air bersih kepada BPBD Kabupaten Malang seperti yang kami lakukan saat kemarau tahun sebelumnya,” tandas Siswoyo.

Kondisi Gajahrejo menjadi gambaran nyata bahwa persoalan pelayanan air bersih tidak berhenti pada pembangunan jaringan utama.

Tantangan terbesar justru memastikan jaringan distribusi benar-benar menjangkau masyarakat yang mengalami krisis air.

Bagi 450 calon pelanggan yang telah didata dan disetujui, yang dibutuhkan bukan lagi sekadar sosialisasi ataupun janji pemasangan.

Mereka membutuhkan kepastian kapan pipa dipasang dan kapan air bersih benar-benar mengalir ke rumah warga. (Red/gus)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta