BTN Housingpreneur Batch 3 Tak Sekadar Kompetisi, Mahasiswa UB Disiapkan Jadi Entrepreneur Sektor Perumahan

  • Bagikan
Kepala Kantor Wilayah BTN Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatim Bali Nusra) Bagus Hendri Setiawan (paling kiri) bersama Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H., beserta jajaran saat membuka kegiatan BTN Housingpreneur Batch 3 di Auditorium Widyaloka UB, Senin (2/11/2026). (Foto: Dok. Istimewa)
banner 468x60

TAGARINDONESIA – Mengubah ide kreatif menjadi bisnis yang berkelanjutan bukan perkara mudah. Dibutuhkan pendampingan, pemahaman pasar, hingga jejaring industri agar sebuah gagasan memiliki peluang berkembang menjadi usaha nyata.

Tantangan tersebut menjadi salah satu fokus PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melalui program BTN Housingpreneur Batch 3 yang menyambangi Universitas Brawijaya (UB) Malang, Senin (2/11/2026).

Bertempat di Auditorium Widyaloka UB, program ini mengajak mahasiswa mengenali peluang sekaligus mengembangkan potensi kewirausahaan di sektor perumahan. BTN tidak hanya membuka ruang kompetisi gagasan, tetapi juga menyiapkan proses pendampingan bagi peserta yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

Kepala Kantor Wilayah BTN Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatim Bali Nusra), Bagus Hendri Setiawan, mengatakan sektor perumahan memiliki peluang bisnis yang sangat luas. Bahkan, terdapat lebih dari 174 subsektor turunan yang dapat menjadi ruang bagi tumbuhnya usaha baru.

Menurutnya, peluang tersebut tidak hanya terbuka bagi mereka yang memiliki latar belakang arsitektur atau konstruksi. Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dapat mengambil bagian melalui inovasi desain, teknologi digital, pengembangan material, hingga jasa pendukung kebutuhan hunian.

Baca Juga:  Sambut HSN 2025, RA Sunan Ampel Kaumrejo, Ngantang Gelar Lomba Busana Muslim

“Kami tidak datang dengan membawa solusi, tetapi justru ingin bertanya kepada teman-teman, solusi apa yang kalian punya,” ujar Bagus.

Ia menegaskan, BTN ingin memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan gagasan berdasarkan persoalan dan kebutuhan nyata masyarakat. Dengan demikian, ide yang dihasilkan tidak berhenti sebagai konsep, tetapi memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi model bisnis.

Dalam BTN Housingpreneur Batch 3, BTN menargetkan sekitar 1.500 submission selama periode pendaftaran 28 September hingga 30 November 2026. Meski demikian, kualitas gagasan dan potensi pengembangan menjadi perhatian utama, bukan semata-mata jumlah peserta.

Salah satu bentuk dukungan yang disiapkan adalah pendampingan melalui mentoring dan coaching bersama praktisi berpengalaman. Peserta terpilih juga mendapatkan pembekalan penyusunan business model canvas untuk membantu mematangkan konsep bisnis.

Selain itu, tersedia fasilitas networking dan business matching yang membuka peluang pertemuan antara para inovator dengan pelaku industri. Pendekatan ini diharapkan dapat mempertemukan gagasan kreatif mahasiswa dengan kebutuhan pasar dan peluang kerja sama bisnis.

Baca Juga:  Tokoh Kab. Malang M. Geng Wahyudi Siap Ikut Sukseskan Aksi Tanam 1000 Pohon di Peringatan HPN 2025 Bersama Malang Jurnalis

Bagus mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan keterbatasan modal, belum adanya bisnis, maupun prototipe yang belum sempurna sebagai alasan untuk tidak mencoba.

“Jangan takut apabila ide kalian masih kecil, belum punya bisnis, atau prototipenya belum sempurna. Sesuatu yang besar selalu dimulai dari sebuah ide,” tutur Bagus.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H., menyambut positif penyelenggaraan program tersebut. Menurutnya, BTN Housingpreneur Batch 3 memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas wawasan kewirausahaan, terutama dalam melihat peluang di sektor properti dan perumahan.

“Kami berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif sekaligus membangun keberanian dalam memulai usaha,” kata Noerdajasakti.

Lebih lanjut, Kepala Laboratorium Arsitektur Nusantara Departemen Arsitektur Fakultas Teknik UB, Dr.techn. Ar. Ir. Yusfan Adeputera Yusran, ST., MT. Ars., IPM, ASEAN Eng., IAI, GP., menilai program BTN Housingpreneur Batch 3 menjadi langkah konkret untuk memberikan tantangan sekaligus ruang aktualisasi bagi generasi muda.

Baca Juga:  Menko AHY- Menhub RI Pantau Puncak Arus Mudik dari JMTC Jatiasih, 1,2 Juta Kendaraan Keluar dari Jakarta

“Ide-ide dari mahasiswa ini, mereka butuh challenge. Apalagi sekarang para Gen Z itu mereka benar-benar butuh tempat untuk mengemukakan idenya. Dengan posisi strategis yang dimiliki UB, program ini merupakan jemput bola yang cantik dari BTN,” kata Yusfan.

Ia juga melihat potensi pengembangan bisnis perumahan dapat berangkat dari karakteristik dan kebutuhan lokal setiap daerah. Bahkan, ide sederhana yang dikembangkan secara tepat berpeluang menjadi tren baru di masa mendatang.

Melalui BTN Housingpreneur Batch 3, BTN berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mengambil peran sebagai pencipta peluang usaha. Program ini sekaligus menjadi upaya mempertemukan kreativitas akademisi dengan kebutuhan industri, sehingga inovasi yang lahir tidak hanya berhenti di ruang kompetisi, tetapi berpeluang tumbuh menjadi bisnis yang berkelanjutan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta