Peringati HSN 2026, Yayasan Baitul Hidayah Indonesia Gelar Seminar dan Halaqoh Kebangsaan Angkat Tema “Optimalisasi Peran Pemuda dalam Pembangunan Berkelanjutan”

  • Bagikan
banner 468x60

MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Dalam Rangka Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Yayasan Baitul Hidayah Indonesia Mengadakan Seminar dan Halaqoh Kebangsaan dengan tema “Ekonomi dalam perspektif Demokrasi, Politik dan Hukum” (Optimalisasi Peran Generasi Muda Dalam Pembangunan Berkelanjutan).

Acara Ini dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Ashabul Kahfi Kota Malang pada Hari Sabtu (31/10/2026) dari jam 07.00 WIB sampai selesai.

Dengan dihadiri 82 mahasiswa yang tersebar di Kota Malang, seperti mas Dyaul Haq dari kampus Polinema, Nadinda Harianto dari kampus UM dan mahsiswa lainya dari UNIBRAW dan kampus swasta yang ada di Kota Malang.

Dengan diawali pembukaan dengan Do’a Bersama sesuai dengan keyakinannya msing-masing dan dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh mahasiswi cantic yang berasal dari Kabupaten sanggau Kalimantan Barat, yang merupakan mahasiswi semester lima dikampus swasta yang ada di Kota Malang.

Gus Ahdiat Ferianto selaku pengasuh pondok pesantren Ashabul Kahfi Kota Malang dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemuda memiliki peran yang penting dan strategis dalam pembangun Indonesia dimasa sekarang dan masa yang akan datang, serta pemuda adalah Pemimpin Masa Depan Bangsa Indonesia.

Baca Juga:  Berdasar SK.10262/MENLHK-PSKL/PSL.0/12/2019 PROJO Kabupaten Malang Pertanyakan Lahan 454,2 Hektare yang Dikelola LMDH di Kalipare

Dr.khoiron As-saidany, S.AP.,M.IP. beliau Alumni Pondok Pesantren Sarang dan juga Alumni S3 UGM. sebagai Pemateri Pertama menyampaikan, pemuda merupan agen perubahan yang memiliki peran vital (agents of change) dalam mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan, Memanfaatkan penguasaan teknologi untuk menciptakan solusi kreatif bagi Ekonomi Politik Indonesia, efisiensi energi, dan berperan aktif dalam optimalisasi peran pemuda dala pembangunan berkelanjutan.

Dr.Ahmad Syaifuddin, SH.,M.H. sebagai pemateri kedua beliau merupak akademisi sekaligus praktisi hukum, menyampaikan pemuda memiliki peran yang sangat strategis baik sebagai subjek hukum yang diatur secara konstitusional maupun sebagai penggerak dalam penegakan hukum itu sendiri.

Semangat kebangsaan perjuangan pemuda jangan sampai luntur karena hal sepele, Semangat kebangsaan dan perjuangan pemuda adalah motor utama kemajuan bangsa, jangan sampai padam hanya karena ego sektoral atau hal sepele lainnya. “Sejarah mencatat bahwa kemerdekaan dan perubahan besar di Indonesia selalu dimotori oleh gerakan pemuda yang bersatu tanpa memandang perbedaan suku, agama, maupun golongan,” ucapnya.

Baca Juga:  Banjir Melanda Wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi, 140 Rumah Terendam 

Pembicara ketiga adalah Ust.Imam Hidayat., SE.MM selaku Dewan Pembina Yayasan Baitul Hidayah Indonesia sekaligus Akademisi dibidang Manajemen dan Ekonomi Politik, beliau sebagai pemateri terahir menyampaikan bahwa pemuda harus terlibat aktif dalam kegiatan ekonomi.

Membawa kepedulian tinggi terhadap isu pendidikan, kesetaraan, keadilan sosial, serta pengentasan kemiskinan.

Hari Santri Nasional bukan hanya milik santri yang mondok di pesantren tetapi milik kita Bersama dengan semangat santri kita tingkatkan kecintaan kepada tanah air Indonesia.

Disela sela sesi diskusi dan tanya jawab pada kegiatan Seminar Dan Halaqoh Kebangsaan yang diadakan oleh Yayayasan Baitul hidayah Indonesia, ada seorang mahasiswi cantik yang bernama Sindi yang berasal dari NTB juga merupakan mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang menayakan tentang isu radikalisme dan pembubaran ormas kemasyarakatan yang sering dilakukan oleh pemerintah dengan dalih untuk keamanan bangsa, (apa tanggapan pemateri tentang keputusan pemerintah yang sering tebang pilih terhadap salah satu ormas yang dianggap bertentangan dengan Undang Undang? Dr.khoiron As-saidany, S.AP.,M.IP. menjawab pertanyaan tersebut bahwa Ketentuan yang membolehkan pembubaran sepihak dinilai rawan memicu penilaian yang subjektif dan politis.

Baca Juga:  Endus Korupsi Dana Hibah Pokmas Pemprov Jatim, Penyidik KPK Panggil Sejumlah Kades dan Pengurus Pokmas di Polres Malang

Pemateri khawatir regulasi ini digunakan secara tebang pilih atau dijadikan alat politik untuk menyasar kelompok yang kritis terhadap jalannya pemerintahan, sedangkan pemateri yang lain.,

Dr.Ahmad Syaifuddin, SH.,M.H. menjawab bahwa Pemerintah memiliki kewajiban untuk menindak organisasi yang dinilai melakukan tindakan radikal, premanisme, atau menyebarkan ideologi yang mengancam keutuhan NKRI.

Untuk itu dengan semangat hari santri nasional pemuda berkewajiban memberikan edukasi positif terhadap lingkunngan sekitarnya demi utuhnya NKRI.

Diahir sesi penutup Ust.Imam Hidayat., SE.MM selaku Dewan Pembina Yayasan Baitul Hidayah Indonesia dan Perwakilan Mahasiswa memberikan kenang kenangan dan buah tangan Kepada semua pemateri dan memberikan hadiah dan doorpres berupa buku kepada mahasiswa yang bertanya dan ikut aktif mensuksesacara Seminar dan Halaqoh kebangsaan ini.

Dengan ditutup Doa acara selesai dengan sukses dan lancar serta penuh hikmat. (Ghufron/gus)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta