
TAGAR INDONESIA.COM – Wali Kota Batu Nurrochman langsung tancap gas untuk merealisasikan janjinya program 1.000 sarjana.
Bahkan janji tersebut akan mulai tahun 2025.
Bagi Nurrochman program ini dibentuk untuk menekan disparitas antara jumlah lulusan perguruan tinggi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan di Kota Batu.
Nurochman mengatakan pelaksanaan program ini nanti akan diupayakan dari tanggung jawab sosial perusahaan atau (CSR). Dengan demikian tidak membebani APBD Kota Batu.
“Program 1.000 Sarjana tidak hanya mengandalkan APBD. Sebab kebutuhan biayanya lumayan besar. Jadi kami rasa sumber pembiayaan tidak harus melalui APBD saja tapi CSR,” ujar Nurochman.
Atas dasar itu, soal detail mekanisme pemanfaatan dana CSR kini masih dilakukan pembahasan di internal Pemkot Batu. Soal Perda CSR, Kota Batu sudah ada.
Termasuk mengenai surat keputusan (SK) yang menyangkut forum tanggung jawab sosial perusahaan.
“Perda CSR sudah ada, kemudian forum CSR sudah di SK-kan tetapi akan kami evaluasi personalianya sebagai pengelola sebagai dana CSR,” tutur politisi PKB ini.
Namun demikian, Nurrochman mengakui pelaksanaan program 1.000 sarjana tahun 2025 ini tidak akan langsung menyasar 1.000 orang.
Akan tetapi dilaksanakan secara bertahap.
“Tentunya kami butuh persiapan dan penyesuaian anggaran,” kata mantan anggota DPRD Kota Batu.
Nurrochman menegaskan berapapun yang bisa dikerjakan dalam 100 hari masa kerjanya merupakan hal yang positif.
“Misal ada 50 mahasiswa itu alhamdulillah. Itu jadi langkah awal kesungguhan dan keseriusan kami melaksanakan visi-misi,” tegas dia.
Seperti diketahui, Nurrochman Heli memasukkan program 1000 sarjana dalam melaksanakan visi-misi Wali Kota Batu dan Wakil Wali Kota Batu.
Program ini sebagai upaya langkah dalam mewujudkan Indonesia Emas di 2045. (Ayub)














