Usai Erupsi, 187 Pendaki Semeru Berhasil Turun dengan Selamat

  • Bagikan
banner 468x60

LUMAJANG | TAGAR INDONESIA.COM – Ratusan pendaki Gunung Semeru yang berada di kawasan Ranu Kumbolo saat erupsi pada Rabu (19/11/2025) berhasil turun dengan selamat.

Para pendaki tiba secara bertahap di Pos Perijinan Ranu Pani, Kecamatan Senduro, sejak pukul 12.14 WIB, Kamis (20/11/2025).

BPBD Lumajang melakukan proses pendataan pendaki sebanyak 187 orang masih berlangsung.

Adapun para pendaki yang telah berhasil turun secara bertahap di Pos Perijinan Pendakian Desa Ranu Pane, Kecamatan Senduro, Lumajang.

Sedangkan untuk sebaran pengungsian di Pronojiwo yakni SDN Supit Urang 100 jiwa, Balai Desa Oro Oro Ombo & Masjid Ar Rahmah 500 jiwa, dan SDN Sumber Urip 200 jiwa.

Baca Juga:  Anggarkan Mobil Dinas Wali Kota di tengah Program Efisiensi, LSM AMATI : Bukannya Mbois Berkelas Tapi Melukai Rakyat Kecil

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., memastikan seluruh pendaki dalam kondisi sehat.

“Pendataan ulang oleh TNBTS menunjukkan semua pendaki telah turun dengan aman,” ujar Nanang kepada awak media.

Sementara itu, Semeru meletus mengeluarkan abu vulkanik yang mengguyur 5 Kecamatan di Lumajang.

Akibat erupsi Semeru ini memaksa sebanyak 956 warga terpaksa mengungsi dari Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Sedangkan untuk sebaran pengungsian di Pronojiwo yakni SDN Supit Urang 100 jiwa, Balai Desa Oro Oro Ombo & Masjid Ar Rahmah 500 jiwa, dan SDN Sumber Urip 200 jiwa.

Di Candipuro yakni di rumah Kepala Desa Sumber Wuluh 55 jiwa, Kantor Kecamatan Candipuro sebanyak 101 jiwa.

Baca Juga:  Ketua IKADIN Jatim Leo A Permana, Dinobatkan Sebagai Advokat Pejuang Etika dan Keadilan di Malam Anugerah SMSI Award 2025

Tim SAR gabungan juga menyisir desa terdampak, terutama Supiturang, untuk memastikan keselamatan warga.

Penanganan erupsi Semeru melibatkan berbagai lembaga, mulai dari PVMBG, PGGA Gunung Sawur, BB TNBTS, BPBD Lumajang, SAR Surabaya, Pos SAR Jember, TNI–Polri, relawan, hingga pemerintah desa terdampak.

“Tidak ada korban jiwa, karena warga telah melakukan evakuasi mandiri,” tuturnya.

Seperti diketahui dalam erupsi yang terjadi pada 19 November 2025 lalu tiga warga dilaporkan mengalami luka bakar akibat material panas erupsi.

Mereka adalah Normawati (42) – luka bakar grade 2, Hariyono (49) – luka bakar grade 2, dan Dimas (50) – luka bakar grade 1. Ketiganya kini menjalani perawatan medis.

Baca Juga:  Inisiasi Jendral Sobo Pasar, MTC Nobatkan Panglima Divif 2 Kostrad Mayjend TNI Susilo Jadi Panglima Sobo Pasar

PVMBG mengimbau warga untuk tidak beraktivitas di Besuk Kobokan sektor tenggara hingga radius 20 km dari puncak.

Selain itu agar menjauhi radius 8 km dari kawah karena bahaya lontaran material pijar.

Masyarakat juga diminta mewaspadai awan panas, guguran lava, dan potensi lahar di sungai berhulunya Semeru.

Pemerintah Kabupaten Lumajang menetapkan status tanggap darurat erupsi Semeru melalui Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/595/KEP/427.12/2025. Status ini berlaku 19–25 November 2025 sebagai upaya percepatan penanganan bencana. (Red/gus)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta