IMG-20260209-WA0001
IMG-20260209-WA0015
IMG-20260218-WA0002
1771476803488
IMG-20260219-WA0009
IMG-20260219-WA0008
previous arrow
next arrow

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Pada Hari Sabtu 21 Maret 2026

  • Bagikan
banner 468x60

JAKARTA | TAGAR INDONESIA.COM – Pemerintah resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Kepastian ini setelah keputusan diambil berdasarkan hasil pemantauan hilal dinyatakan belum memenuhi kriteria yang telah disepakati secara regional.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengatakan secara perhitungan astronomi (hisab), posisi hilal pada Kamis (19/3/2026) belum memenuhi standar visibilitas yang ditetapkan oleh MABIMS.

“Secara hisab, data hilal pada hari ini tidak memenuhi kriteria fisibilitas MABIMS,” ujarnya Menag RI dalam konferensi pers di Jakarta.

Adapun kriteria MABIMS sendiri menjadi acuan bersama negara-negara Asia Tenggara dalam menentukan awal bulan hijriah, termasuk Idul Fitri.

“Karena hilal belum terlihat sesuai standar tersebut, maka bulan Ramadan disempurnakan menjadi 30 hari,” ucapnya.

Baca Juga:  KPK Dalami Aliran Uang ke Ketua Bidang PBNU Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji yang Menyeret Mantan Menag Gus Yaqut

Keputusan ini sekaligus kembali menghadirkan perbedaan penetapan Lebaran di Indonesia.

Mengingat, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Meski berbeda, pemerintah menilai situasi ini bukan hal baru dan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan di negeri ini.

Nasaruddin mengajak masyarakat menjadikan perbedaan sebagai ruang untuk memperkuat toleransi dan kebersamaan antar umat beragama.

“Kepada mereka yang berbeda dengan keputusan pemerintah, jangan ada jarak di antara kita. Kita sebagai sesama warga bangsa dan umat Islam, jangan karena perbedaan itu membuat kita berjarak satu sama lain,” tegasnya.

Nasaruddin juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya kepada umat Muslim yang merayakan lebih awal.

Baca Juga:  Terlibat Kasus Dana CSR, KPK OTT Wali Kota Madiun

Namun demikian, Nasaruddin juga mengingatkan pentingnya saling menghormati bagi umat yang masih menjalankan ibadah puasa hingga genap 30 hari.

“Kepada rekan-rekan kita yang mungkin akan berlebaran lebih dulu, kami mohon supaya bertoleransi terhadap saudara-saudara yang masih melanjutkan puasanya,” pinta Menag.

Di tengah perbedaan yang kembali terjadi, pesan yang ingin ditegaskan pemerintah tetap sederhana namun bermakna: menjaga persatuan di atas segala perbedaan dan mengedepankan nilai-nilai kebersamaan, saling menghargai, dan mempererat tali persaudaraan. (*)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta