
MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Sebanyak lima calon jamaah haji di Kota Malang batal berangkat ke tanah suci.
Hal ini sesuai rilis data dari Kementerian Haji dan Umrah Kota Malang. Penyebabnya jamaah tersebut meninggal dan faktor kesehatan alias sakit.
“Lima orang yang tidak berangkat, tiga orang meninggal dunia dan dua orang sakit,” ujar Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenhaj Kota Malang Elis Mufida di sela pemberangkatan jamaah calon haji di Lapangan Ki Angmor, Kota Malang, Jawa Timur.
Elis mengatakan bagi calon jamaah haji yang tidak berangkat karena meninggal dunia telah diganti oleh jamaah kursi cadangan.
Sedangkan bagi calon jamaah haji yang mengalami sakit, datanya telah dilaporkan kondisinya melalui sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu (Siskohat) untuk dinyatakan ditunda keberangkatannya.
Sehingga jumlah jamaah calon haji asal Kota Malang bisa tetap sama dengan data manifes awal yang telah disusun.
“Kuotanya kembali ke 1.201 calon haji sekarang ini. Bagi yang sakit tidak bisa proses penggantian, karena kalau sudah masuk ke asrama haji di Surabaya tidak bisa dibatalkan,” bebernya.
Sedangkan mengenai pemberangkatan jamaah haji Kota Malang terbagi dari dua kelompok terbang (kloter).
Yakni kloter 10 sebanyak 43 orang dan kloter 11 sebanyak 475 orang.
Ketika berada di embarkasi Surabaya, para jamaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kesiapan terbang ke Arab Saudi.
Sedangkan pada musim haji 2026, terdapat satu calon haji tertua berusia 96 tahun dan yang paling muda calon jamaah haji berusia 16 tahun.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan kepada jamaah calon haji Kota Malang agar senantiasa menjaga kesehatan. Dengan demikian bisa menjalankan ibadah dengan lancar dan maksimal.
“Semoga lancar ibadahnya, mohon didoakan juga Kota Malang,” pungkasnya. (Red/gus)


















