
MALANG – Model penyaluran zakat berbasis pemberdayaan terus menunjukkan hasil yang semakin nyata. Di Desa Kalirejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, dana zakat yang dikelola Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN SBO Malang berhasil mendorong lahirnya kelompok usaha pertanian yang tidak hanya produktif, tetapi juga memiliki kemandirian finansial.
Melalui Program Mustahik Income Generating (MIG) Amanah Melon Berkah, sebanyak sepuluh buruh tani didampingi selama satu tahun untuk mengembangkan budidaya melon berbasis kelompok. Program tersebut dibiayai dari zakat karyawan BRI sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan manfaat zakat secara berkelanjutan.
Selama masa pendampingan, YBM BRILiaN menyalurkan bantuan produktif lebih dari Rp76,3 juta. Dana tersebut digunakan untuk menyewa lahan selama lima tahun, membangun greenhouse, menyediakan sarana produksi pertanian, hingga mendampingi proses budidaya dan pengembangan usaha.
Investasi sosial itu menghasilkan capaian yang signifikan. Kelompok mampu menuntaskan tiga kali panen dengan total produksi lebih dari 5,2 ton melon serta membukukan omzet kotor hampir Rp93 juta.
Yang menarik, dampak program tidak berhenti pada peningkatan pendapatan. Para anggota juga berhasil membentuk tabungan kelompok sebesar Rp9 juta dan menghimpun infak kelompok mencapai Rp3 juta. Capaian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi turut membangun budaya mengelola keuangan sekaligus memperkuat solidaritas sosial.
Ketua YBM BRILiaN SBO Malang, Mayang Diantami, mengatakan pihaknya ingin memastikan zakat memberikan manfaat yang terus berkembang, bukan hanya bantuan sesaat.
“Program Mustahik Income Generating Amanah Melon Berkah merupakan wujud komitmen YBM BRILiaN dalam mengelola dana zakat secara produktif agar memberikan manfaat yang berkelanjutan. Kami berharap para penerima manfaat dapat terus mengembangkan usahanya secara mandiri, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Salah satu peserta program, Heri Setiyawan, mengaku kini memiliki bekal untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
“Alhamdulillah, melalui pendampingan YBM BRILiaN saya mendapatkan ilmu dan pengalaman dalam budidaya melon. Saat ini saya sudah mulai membangun greenhouse melon secara mandiri sebagai langkah untuk mengembangkan usaha. Terima kasih kepada BRI dan YBM BRILiaN atas bantuan serta pendampingan yang telah diberikan,” ungkapnya.
Kegiatan Exit Program yang digelar pada Rabu (22/7) dihadiri Kepala Desa Kalirejo Sukadi, tokoh agama M. Kholiq, Ketua YBM BRILiaN SBO Malang Mayang Diantami, serta seluruh anggota Kelompok MIG Amanah Melon Berkah.
Melalui semangat “Memberi Makna Indonesia”, YBM BRILiaN terus mendorong agar pengelolaan zakat mampu menciptakan siklus pemberdayaan yang berkelanjutan, sehingga mustahik tidak hanya meningkat kesejahteraannya, tetapi juga memiliki peluang menjadi muzaki pada masa mendatang.


















