
TAGARINDONESIA – Menanamkan nilai Pancasila kepada generasi muda tak selalu harus dilakukan melalui kegiatan formal. Pemuda Pancasila Kota Malang memilih pendekatan berbeda dengan mengajak anak-anak panti bermain, belajar, sekaligus berbagi.
Pendekatan itu dilakukan melalui kegiatan bakti sosial bertajuk “Bersila Pancasila” di Panti Asuhan Akhlaqul Kharimah, Merjosari, Lowokwaru, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan diawali dengan konvoi kebangsaan dari Sekretariat PAC Pemuda Pancasila Lowokwaru di Panggung Pujasera Punden Bejisari, Jalan Candi Panggung. Konvoi melibatkan pengurus, kader, dan anggota dari MPC, Srikandi, SAPMA hingga Koti Mahatidana.
Meski dikemas dalam bentuk konvoi, kegiatan tetap memperhatikan ketertiban lalu lintas. Sejumlah anggota turut membantu mengatur arus kendaraan agar rombongan tidak mengganggu pengguna jalan lain.
Sesampainya di panti, kegiatan tidak berhenti pada penyerahan bantuan. Anak-anak diajak mengikuti kuis interaktif seputar Pancasila yang dikemas dengan hadiah uang tunai dan doorprize.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Malang, Ripkianto, mengatakan nilai-nilai Pancasila perlu ditanamkan melalui kebiasaan berbagi dan menghargai perbedaan.
“Bhinneka Tunggal Ika harus kita jiwai tanpa memandang latar belakang sosial. Hidup satu kali, manfaatkan untuk saling berbagi,” kata Ripki sapaan akrabnya.
Ia juga meminta anak-anak panti tidak minder dalam menentukan cita-cita. Menurutnya, setiap anak memiliki kesempatan untuk meraih masa depan sesuai dengan kemampuan dan keinginannya.
“Bisa menjadi menteri, anggota DPR, atau apa pun yang dicita-citakan. Yang penting terus belajar dan jangan melupakan asal-usul,” ujarnya.
Semangat berbagi juga diwujudkan melalui bantuan yang dikumpulkan secara swadaya oleh para kader. Bantuan tersebut terdiri dari kebutuhan pangan, perlengkapan ibadah dan sekolah, kebutuhan kebersihan hingga santunan uang tunai.
Untuk kebutuhan pangan, bantuan yang diberikan meliputi 75 kilogram beras, 10 kardus mi instan, 10 kilogram gula pasir, 10 karton air mineral, tiga karton susu, makanan ringan, Milo, Energen, dan teh tubruk.
Sementara perlengkapan lainnya terdiri dari 25 sajadah, enam mukena, satu boks alat tulis dan perlengkapan sekolah. Ada pula 10 jeriken sabun cuci piring, 20 sabun mandi, 11 pasta gigi, serta santunan tunai Rp2.560.000.
Perwakilan Panti Asuhan Akhlaqul Kharimah, Jamiatul Hasanah, mengaku terbantu dengan kepedulian yang diberikan Pemuda Pancasila. Ia menyebut bantuan tersebut dapat mendukung kebutuhan operasional, pendidikan, hingga pemenuhan gizi anak-anak panti.
“Matur nuhun sangat, Pak. Bantuan ini sangat bermanfaat dan meringankan beban kami di panti,” tuturnya.
Jamiatul berharap kepedulian tersebut terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi anak-anak panti. “Semoga menjadi amal jariyah dan Pemuda Pancasila semakin maju, sukses, serta membawa kebaikan bagi masyarakat,” imbuhnya.
Kegiatan ditutup dengan permainan edukatif, penyerahan atribut Pemuda Pancasila kepada pembina panti, serta doa bersama. Ripkianto pun mengingatkan seluruh kader untuk menjadikan semangat berbagi sebagai bagian dari pengamalan nilai Pancasila.












