Semarakkan Hari Santri 2026, MWC NU Lowokaru Gelar Apel Hingga Aksi Sosial Donor Darah dan Jalan Sehat

  • Bagikan
banner 468x60

MALANG | TAGAR INDONESIA. COM – Momentum Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 juga diperingati oleh pengurus MWC (Majelis Wakil Cabang) NU Lowokwaru, (22 Oktober 2026).

Pengurus MWC NU menyelenggarakan apel Hari Santri yang diselenggarakan di halaman kantor MWC NU Lowokwaru di jalan candi panggung 56 Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang.

Adapun Inspektur apel di pimpin oleh bapak Wiwit dari Kantor Kecamatan Lowokwaru.

Sedangkan Komandan apel Muhammad Fauzi dari banser.

Sedangkan untuk peserta apel terdiri dari muspika Kecamatan Lowokwaru, pengurus MWC NU , pengurus ranting NU, Ansor, IPNU, IPPNU, Fatayat dan Muslimat NU, pelajar MTS Ma’arif NU Mojolangu.

Setiap 22 Oktober, bangsa Indonesia mengenang keberanian kiai dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan. Hari Santri Nasional (HSN) ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 sebagai penghormatan negara terhadap kontribusi pesantren, ulama, dan santri dalam perjalanan Indonesia.

Baca Juga:  Kupon Belanja Berujung Hadiah, Penutupan Pasar Takjil Ketawanggede Dibanjiri Antusias Warga

Akar sejarahnya kembali pada Resolusi Jihad yang diserukan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Pada masa itu, mencintai agama menemukan bentuk nyatanya dalam keberanian mempertahankan bangsa dari kolonialisme.

Dari pesantren, bangsa ini telah belajar bahwa ilmu menemukan kemuliaannya dalam adab. Dari santri, Indonesia harus kembali
pada Resolusi Jihad yang diserukan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Pada masa itu, mencintai agama menemukan bentuk nyatanya dalam keberanian mempertahankan bangsa dari kolonialisme.
Namun, sejarah tidak seharusnya hanya dikenang melalui upacara, sarung, peci, panggung, dan pidato. Sejarah harus diterjemahkan menjadi keberanian moral untuk menjawab tantangan zaman.
Tema Hari Santri 2026, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas,” menempatkan santri sebagai bagian penting dari masa depan Indonesia.
Pertanyaannya, kekuatan seperti apa yang hari ini dibutuhkan negeri?
Indonesia tidak kekurangan orang pintar. Kampus menghasilkan sarjana, teknologi melahirkan berbagai kemudahan, dan birokrasi dipenuhi manusia berpendidikan. Persoalannya, kecerdasan tidak selalu berjalan bersama kejujuran.

Baca Juga:  Konstatering Rampung, PN Malang Bersiap Eksekusi Rumah di Arumdalu

Bangsa ini lebih membutuhkan manusia yang memiliki ilmu sekaligus batas moral ketika memegang kekuasaan, uang, teknologi, informasi, dan pengaruh. Di sinilah tradisi santri menjadi relevan.

Kegitan hari santri MWC NU Lowokwaru dimeriahkan dengan kegiatan sosial donor darah sabtu 24 oktober 2026 di ranting tasikmadu dan hari ahad 25 oktober 2026 di ranting Mojolangu tengah.

Penutupan kegiatan tanggal 1 Nopember 2026 dengan kegiatan jalan sehat di kampus ABM jalan candi kalasan berbagai hadiah dan door press sepeda motor handa beat, kulkas, mesin cuci dan lain-lain. (Red/gus)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta