
MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sangat konsen membidik kalangan muda.
Hal ini bisa dimaklumi pada perhelatan pemilu 2029, peran pemuda sangat menentukan arah bangsa Indonesia.
Sadar akan hal itu, PDIP Jawa Timur mendorong anak muda untuk bisa menyampaikan kritik dengan cara yang efektif, salah satunya dengan menghadirkan proram “Berani Komedi” yang digelar di berbagai kota di Jawa Timur.
Nah, kebetulan Rabu malam (28/10/2026) ketepatan Kota Malang sebagai tempat audisi.
Tepatnya di Artisantz Coffee, Sawojajar, Kota Malang.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Wali Kota Surabaya yang sekaligus Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Eri Cahyadi.
Tak hanya itu, hadir juga sekretaris dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Deni Wicaksono serta didampingi pengurus DPD Jawa Timur yakni I Made Riandiana Kartika dan Hj, Dewanti Rumpoko.
Hadir pula Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Siraduhita dan Ketua DPRD kabupaten Malang Darmadi.
Dalam audisi ini ada sebanyak 21 komika yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur. Selain dari Malang Raya ada yang datang dari Pasuruan, Mojokerto dan Blitar.
Mengangat tema berani berpendapat di muka umum, para komika ini secara bergantian menyampaikan kritik sosial dihadapan para juri dan audiens.
Lewat kegiatan ini harapannya membuka ruang bagi lahirnya komika baru di industri kreatif.

Eri Cahyadi mengungkapkan berani berkomedi dapat menjadi media untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintah tanpa memicu ketegangan.
Mengingat pesan yang disampaikan ke publik dikemas dengan suasana humor. Sehingga pesannya lebih mudah diterima masyarakat dan sekaligus menjadi alternatif di tengah maraknya penyampaian pendapat yang saat ini ada kecenderungan berpotensi memecah belah.
Eri mengatakan berpolitik itu tidak harus selalu serius, akan tetapi bagaimana politik bisa tersampaikan kepada anak-anak muda dengan kreasi dan kemampuan mereka.
“Untuk itu, kami membuka peluang kepada anak-anak muda untuk menyampaikan apa yang ingin mereka kembangkan, termasuk kekurangan kami,” ucap Eri disela-sela acara Berani Komedi di Artisantz Coffee.
Melalui pendekatan komedi, kata Eri juga dapat mempererat hubungan antara masyarakat dan pihak yang dikritik.
“Melalui humor, kritik diharapkan tidak sekadar menjadi bentuk protes, tetapi juga mendorong kesadaran untuk melakukan perbaikan. Tidak terkecuali kritik bagi PDI Perjuangan,” tutur Eri.
Dengan pendekatan yang humoris tersebut, pihak yang dikritik bisa menyadari kesalahannya tanpa merasa menyinggung.
Kegiatan Berani Komedi, lanjut Eri, diarahkan untuk menjaring talenta komika dari kalangan anak muda. Berani Komedi di Kota Malang ini merupakan audisi dan mereka yang lolos akan mencapai babak gran final yang akan di gelar di Kota Surabaya.
Selain itu, kegiatan Berani Komedi ini, PDIP Jatim juga ingin merangkul generasi muda secara luas.
“Perubahan itu kami berharap dimulai dari pemuda. Melalui parodi atau cara yang santai, pesan bisa lebih mudah tersampaikan dan masyarakat bisa menerima kritik dengan lebih baik,” tutur Eri.
Sementara itu, Wakil Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, I Made Riandiana Kartika menambahkan pihaknya bersyukur kegiatan audisi di Malang mendapat antusiasme masyarakat yang sangat besar.
Kota Malang dipilih sebagai titik awal penyelenggaraan yang mencakup wilayah Malang Raya, Pasuruan Raya, dan Probolinggo Raya.
Made mengatakan kegiatan ini sepenuhnya diserahkan kepada komunitas komedian Malang Raya.
“Jadi sama sekali partai tidak terlibat untuk mengatur siapa pesertanya, apa materinya, yang jelas kami ajak mereka untuk mengkritik kami dengan catatan jangan SARA,” urai politisi yang juga menjadi anggota DPRD Kota Malang ini.
Pihak partai, kata Made lewat kegiatan Berani Komedi sengaja membuka ruang kritik seluas-luasnya agar PDI Perjuangan mendapatkan masukan langsung dari masyarakat.
“Kritik yang disampaikan melalui balutan candaan sering kali terasa jauh lebih mengena,” ucap Made.
”Silakan kritik saja yang tajam, ini masukan bagi PDI Perjuangan,” imbuh Made.
Sekedar diketahui, setelah Kota Malang yang menjadi kota pertama tempat audisi, rangkaian kegiatan Berani Komedi akan dilanjutkan ke sejumlah daerah lainnya di Jawa Timur.
Yakni Kediri, Jember, Madiun, hingga berakhir di Surabaya sebagai tempat Grand Final.
Pihak penyelenggara juga menyiapkan total hadiah mencapai puluhan juta rupiah nantinya buat para pemenang. (gus)











