
MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Anggota Komisi XI DPR RI Ir. Andreas Eddy Susetyo MM menghadiri langsung pembukaan Sapta Rona Pesona (SRP) 2026 di Atrium Malang Town Square (Matos), Kamis siang (30/7/2026).
Acara tersebut diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang.
Tahun ini mengusung tema “Satu Pesona Tujuh Daerah: Menguatkan UMKM, Pariwisata, Melalui Digitalisasi, Keuangan Inklusif dan Syariah”.
Acara ini sendiri akan berlangsung hingga 2 Agustus 2026 guna tujuan mengakselerasi perekonomian daerah.
Selain Andreas Eddy Susetyo, acara ini juga dihadiri Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Rifki Ismal, Kepala KPwBI Malang Indra Kuspriyadi, Kepala OJK Malang Farid Faletehan, serta jajaran pemerintah daerah dan pimpinan perbankan se-Malang Raya.

Usai membuka acara, Andreas juga berkesempatan melihat secara langsung beragam produk UMKM yang ditampilkan dalam pameran tersebut.
Mulai dari batik, sepatu hingga aneka jajanan. Semua produk yang dipamerkan berasal dari tujuh daerah di Jawa Timur.
Yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo dan Kabupaten Probolinggo.
“Event seperti ini sangat penting dan bagus karena bisa membantu mendongkrak perekonomian masyarakat. Khususnya UMKM,” ujar Andreas seusai meninjau stand di Matos.
Andreas yang juga Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI juga meminta agar keberadaan UMKM mendapatkan perhatian dari pemerintah. Mengingat UMKM sudah terbukti nyata sebagai penyangga utama ekonomi masyarakat Indonesia.
“Kami berharap pemerintah bisa membantu agar UMKM ini bisa naik kelas,” ucap politisi PDIP ini.
Salah satu bentuk perhatian pemerintah kata Andreas, adalah memberikan akses permodalan sehingga pelaku UMKM bisa meningkatkan usahanya.
“Banyak keluhan sulitnya akses modal, makanya pemerintah perlu memperhatikan itu. Nanti akan ada bulan pembiayaan silahkan bisa dimanfaatkan oleh pengusaha UMKM,” tutur Andreas.
Kepala KPwBI Malang, Indra Kupriyadi menegaskan bahwa perhelatan SRP 2026 menjadi cermin dari solidnya laju perekonomian di kawasan tersebut.
“Pertumbuhan ekonomi di tujuh kabupaten/kota wilayah kerja kami, menunjukkan kinerja yang luar biasa. Semuanya tumbuh di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur maupun rata-rata nasional,” kata Indra dalam sambutannya.
Kinerja apik tersebut kian sempurna, karena ditopang oleh tingkat inflasi daerah yang sangat terkendali.
Melalui SRP 2026, BI Malang meluncurkan semangat baru lewat filosofi slogan WARM (Warna, Rasa, Makna).
“WA artinya Warna, Bank Indonesia hadir memberikan warna bagi dinamika perekonomian. R adalah Rasa nasionalisme yang mendorong pertumbuhan. Dan M adalah Makna, kami ingin hadir memberikan manfaat nyata dalam setiap makna Indonesia,” bebernya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismal menambahkan pentingnya penguatan sektor UMKM yang saat ini menyerap 97 persen tenaga kerja dan menyumbang 60 persen PDRB di Jawa Timur.
Sesuai amanat UU P2SK, BI menjalankan tiga pilar pengembangan UMKM: korporatisasi, peningkatan kapasitas produk, dan perluasan akses pembiayaan perbankan.
“Sapta Rona Pesona ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang akan digelar di Jakarta pada 20–23 Agustus 2026, serta Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa di Surabaya pada 24–27 September 2026,” tutur Rifki.
Dengan bersinergi bersama OJK, Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), dan pemerintah daerah, lanjut Rifki harapannya gelaran SRP 2026 dapat membawa UMKM daerah naik kelas sekaligus memicu munculnya sumber-sumber pertumbuhan ekonomi. (Red/gus)

















