Event Kanjuruhan Adiluhung Disorot, Tempatnya Gratis dan Disbudpar Sumbang 50 Juta, Panitia HUT Kabupaten Malang Malah Tarik UMKM 2 Juta Per Lapak dari Total 200 Tenant

  • Bagikan
banner 468x60

MALANG | TAGAR INDONESIA.COM – Besok perayaan Hari Jadi Kabupaten Malang ke 1266 tahun bakal digelar di Stadion Kanjuruhan, Jumat (6/10/2026).

Namun sorotan muncul terkait anggaran yang dipergunakan untuk acara bertajuk Kanjuruhan Adiluhung Dekranasda Fest yang akan dimulai 6-16 Oktober 2026.

Informasi yang didapatkan media ini, anggaran kegiatan itu sengaja dibuat tumpang tindih.

Salah satunya anggaran dari Disbudpar Kabupaten Malang sebesar Rp 50 juta. Anggaran ini dipergunakan untuk membiayai serangkaian talent pengisi acara tersebut.
“50 juta sebagian besar untuk pemberian uang pembinaan, tropi, juri dan mamin kepada peseta lomba pada acara Gema Panji dan acara adiluhung,” ujar Kabid Kebudayaan Disbudpar Hartono ketika dikonfirmasi Tagar Indonesia.Com.

Sedangkan untuk tempat kegiatan selama 10 hari gratis alias tidak dikenai retribusi oleh Dispora Kabupaten Malang selaku pengelola Stadion Kanjuruhan dengan dalih merayakan HUT Kabupaten Malang ke 1266.

Baca Juga:  Kasus OTT Bupati Cilacap, KPK Periksa 27 Orang di Mapolres Banyumas

Pertanyakan Pemasukan Tarikan Tenant,  Wahana Pasar Malam & Sponsorship

Justru yang menjadi tanda tanya besar, panitia HUT Kabupaten Malang ke 1266 Tahun menarik lapak UMKM sebesar 2 juta untuk tenant UMKM dan sponsorship acara sekitar 3 juta per tenant.

Lantas kemana pemasukan ini karena tenant yang disiapkan panitia, karena informasinya tenda yang dijual mencapai 200 tenda dengan ukuran 3×3 meter.

Asumsinya jika tenant sebanyak 200 tenant laku semua artinya pemasukan yang masuk ke panitia HUT hampir mencapai 400 jutaan.

Jumlah pemasukan panitia HUT bertambah lagi lantaran ada permainan wahana pasar malam.

Padahal umumnya wahana itu jika masuk mengisi stadion Kanjuruhan dikenakan cash sekitar 15-20 juta.

Baca Juga:  Ahli Waris Nuryanto Laporkan Anik Sumarti yang Jual Tanah ke Jatim Park 3 ke Polres Batu

“Anggaran HUT Kanjuruhan Adiluhung sepertinya sengaja dibuat tumpang tindih. Kami curiga ada permainan untuk dinikmati oleh oknum oknum tertentu,” ujar Asep Suriaman selaku direktur Pusat Studi Demokrasi dan Pelayanan Publik.

Sorotan serupa juga disampaikan Ketua DPC ProJo Kabupaten Malang Ahmad Ghufron.

Ghufron menyoroti harusnya bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Malang tenant lapak harusnya gratis alias tidak berbayar. Bukan sebaliknya malah menarik tenant dengan biaya yang sangat mahal yakni 2 juta per tenant.

Mengingat lokasi gratis dan ada support dari Disbudpar Kabupaten Malang.

“Belum lagi karena tagline ada Dekranasda Fest, tidak menutup kemungkinan juga ada anggaran tambahan diluar Disbudpar,” tutur Ghufron.

Plt Kadispora, Eko Margianto ketika dikonfirmasi membenarkan jika acara tersebut tidak dikenakan retribusi alias gratis selama acara berlangsung.

Baca Juga:  Hadiri Ultah 100 Tahun Meri Hoegeng, Jadi Momentum Bertemunya Kapolri dengan Ketua Umum PDIP Megawati

Hanya saja ketika dikonfirmasi soal tarikan lapak per tenant 2 juta, Eko menegaskan penarikan lapak per tenant itu bukan kewenangann Dispora, melainkan panitia HUT Kabupaten Malang.
“Silahkan ditanyakan ke ketua panitia hari jadi Kabupaten Malang (Yetti Nurhayati),” tutur Eko Margianto.

Terpisah, ketua Panitia HUT Kabupaten Malang ke 1266, Yetti Nurhayati ketika dikonfirmasi belum ada tanggapan. Konfirmasi melalui chat Whatsapp belum dibalas. (Red/gus)

 

 

 

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilindungi Hak Cipta